Pasar Terapung di wilayah Kuin Utara, Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan yang sudah menjadi ikon wisata nasional di daerah itu direncanakan pindah lokasi untuk meningkatkan eksistensinya.

Camat Banjarmasin Utara Apiluddin saat berada di gedung dewan kota di Banjarmasin, Jumat, mengungkapkan lokasi pemindahan Pasar Terapung ke wilayah Kuin Selatan atau depan dermaga siring sungai di Makam Sultan Suriansyah.

"Cuma pindah lokasi saja, karena Pasar Terapung di wilayah Kuin Utara itu kini sudah mulai kurang eksistensinya," kata dia.

Dia mengatakan Pasar Terapung di wilayah Kuin Utara itu saat ini tidak banyak lagi pedagang yang beraktivitas sehingga perlu solusi untuk terus melestarikannya.

"Pasar Terapung di Kuin itu kan usianya sudah ratusan tahun, ini jadi ikon pariwisata Banjarmasin, bahkan nasional, tentunya sayang kalau kenyataan tidak seperti dulu lagi aktivitasnya di sana," kata Apiluddin.

Baca juga: Peserta SMN asal Sumbar penasaran dengan pasar terapung

Banyak keinginan pedagang Pasar Terapung, tuturnya, untuk pindah lokasi yang lebih strategis, tidak jauh dari lokasi semula sehingga mereka bisa bertahan mencari rezeki.

"Yang pas itu memang di sungai di depan Makam Sultan Suriansyah tersebut, lebih dekat didatangi, juga ada dermaganya, tentunya pengunjung atau wisatawan lebih mudah berinteraksi," terangnya.

Sebagimana Pasar Terapung buatan di wisata Siring Sungai Martapura di Jalan Piare Tendean, katanya, karena berdekatan dengan pusat kota, mudah diakses, hingga berkembang dan maju, meski hanya beroperasi pada Sabtu dan Minggu.

Tentunya, kata dia, objek wisata Pasar Terapung yang aslinya harusnya lebih dari demikian, karena beraktivitas setiap hari.

Ia mengemukakan perlunya solusi mengatasi masalah itu dan untuk memajukan aktivitas pasar tersebut.

"Karena kalau di lokasi Kuin Selatan itu, akan menjadi satu paket dengan wisata religinya, kan ada makam dan masjid bersejarah dari Sultan Suriansyah, jadi pas kiranya," kata dia.

Baca juga: Bupati promosikan pasar terapung di Jakarta

Namun, dia menyatakan, hal itu masih dalam rencana dan mesti dikaji lebih dalam lagi dari segala hal, termasuk segi kebudayaan dan sejarahnya sehingga tidak menimbulkan tafsir negatif.

"Tentunya tujuan rencana ini untuk memajukan perekonomian dan kelestarian Pasar Terapung, karena sudah jadi ikon budaya dan wisata daerah kita, bahkan nasional," katanya.

Baca juga: BNNP ingatkan bahaya narkoba melalui pedagang Pasar Terapung
Baca juga: Objek wisata Pulau Kembang sepi pengunjung

Pewarta: Sukarli

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019