"Untuk bisa menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) harus mempersiapkan sejak dini," ujarnya di Banjarmasin, Senin.
Harapan Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalsel itu salah satu kesan yang terinspirasi saat mendampingi Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktrur DPRD setempat studi banding ke sumatera Selatan (Sumsel).
Dalam studi banding Komisi III DPRD Kalsel yang diketuai H. Puar Junaidi dari Partai Golkar ke "Bumi sriwijaya" Sumsel salah satu perhatian pada Stadion Olahraga Terpadu Jaka Baring.
Wakil rakyat dari "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel mengaku terkesan dengan pola dan sistem yang dilakukan Pemprov Sumsel dalam membangun "Sport Centre" yang menjadi kawasan kegiatan olahraga tersebut.
Oleh karena itu, salah satu langkah persiapan dini agar bisa menjadi tuan rumah PON 2016 Pemprov Kalsel harus sesegeranya memulai pembangunan stadion olahraga terpadu.
"Belajar dari pengalaman Pemprov sumsel untuk pembangunan stadion olahraga terpadu tersebut Kalsel harus menyiapkan lahan sekurang-kurangnya 300 hektare," sarannya.
Jadi tidak cukup kalau cuma 50 hektare sebagaimana rencana Pemprov Kalsel yang akan membangun stadion tarpadu di Kota Banjarbaru, tandasnya.
Dalam membangun stadion olahraga terpadu jangan sampai mengandalkan atau memberatkan beban APBD tetapi mengikuti cara Pemprov Sumsel, katanya.
Sebagai contoh dalam pembangunan Kawasan Olahraga Jaka Baring yang menghabiskan anggaran sampai Rp2 triliun, dana APBD Sumsel cuma Rp94 miliar selebihnya dari pemerintah pusat dan pihak ketiga dengan pola BOT.
"Dengan melihat potensi Kalsel kemungkinan kita juga bisa membangun stadion olahraga terpadu seperti Jaka Baring serta untuk menjadi tuan rumah PON 2016," demikian Iqbal.
(Shn/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.