Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) segera membentuk tim evaluasi penyerapan anggaran 2013, sekaligus mengevaluasi penyebab rendahnya penyerapan dana 2012.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan di Banjarmasin, Kamis mengatakan, serapan anggaran pembangunan tahun anggaran 2012 terdapat sisa dana (silva) sebesar Rp1,1 triliun.

Jumlah tersebut cukup besar nilainya dan sangat disayangkan karena tidak bisa dimanfaatkan untuk pelaksanaan pembangunan pada 2012 dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang masih lesu.

Dengan demikian, kata Rudy Resnawan, hal tersebut menjadi catatan dan evaluasi bagi seluruh pihak terkait, agar pelaksanaan pembangunan pada tahun 2013 akan lebih baik lagi.

"Adanya silva tersebut bukan karena effisiensi, akan tetapi sebagian besarnya karena perencanaan progam di SKPD yang belum matang," ujar Rudy Resnawan.

Menurut Rudy, penyerapan anggaran tahun 2012 hanya terealisasi sebesar 87,18 persen, seyogyanya dana yang terserap 90-95 persen.

"Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab Pemerintah Provinsi Kalsel sampai saat ini belum mendapatkan penilaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI," katanya.

Pada 2013, tambah dia, diharapkan kegiatan pembangunan bisa dilaksanakan lebih awal, baik itu persiapan maupun mekanismenya, begitu juga dengan prosedur harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan agar kesalahan-kesalahan terdahulu tidak terulang lagi.

Selain membentuk tim penyerapan anggaran, Pemprov juga akan memberikan peran yang lebih besar kepada para asisten untuk mengkoordinir SKPD di lingkup Pemprov Kalsel dalam hal penyerapan anggaran pada kegiatan pembangunan pada 2013.

Kepala Biro Keuangan Pemprov Kalsel Muhammad Syah Jehan mengatakan, tidak maksimalnya penyerapan dana APBD tersebut karena adanya beberapa kendala pada proyek pembangunan.

"Ada beberapa proyek pembangunan yang masih terkendala antara lain pada pembebasan lahan, sehingga anggaran tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal," katanya.

Banyaknya anggaran yang belum terserap kata dia, pada 2012 Kalsel memiliki sisa anggaran lebih atau Silpa cukup besar yaitu mencapai Rp1,1 Triliun dari total APBD Rp4,5 triliun termasuk APBD perubahan.

Sisa anggaran lebih tersebut, tambah Jehan, bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan proyek pada 2013.

Menurut Jehan, pada 2013 pihaknya akan mendorong seluruh satuan kerja dinas Pemprov Kalsel untuk merealisasikan anggaran minimal 15 persen pada triwulan pertama, sesuai dengan program yang ditetapkan.

  Selama ini, tambah dia, banyak SKPD hanya mampu melakukan penyerapan dana tidak lebih dari sepuluh persen, dari total dana yang diberikan atau proyek yang telah diprogramkan, hal tersebut terjadi antara lain karena keterlambatan pelaksanaan lelang.
  


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026