Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin di Banjarmasin, Kamis mengatakan, tantangan perbankkan untuk menjadi bank terbaik dan dipercaya nasabah tidaklah mudah, apalagi di tengah persaingan perbankkan yang semakin kompetitif di Kalimantan Selatan.
"Tantangan yang dihadapi Bank Kalsel akan selalu berbeda dari waktu ke waktu, bukan hanya dari segi modal, tetapi juga pelayanan yang prima dan bisa menyentuh masyarakat," katanya.
Saat ini, kata dia, modal inti Bank Kalsel sebesar Rp687,721 juta, sehingga masih perlu penguatan modal minimal Rp1 triliun sebagaimana dipersyaratkan untuk menuju Bank "Regional Champion".
Mendukung upaya Bank Kalsel menuju "Regional Champion" tersebut, Gubernur berharap kepada para Bupati dan Walikota selaku pemegang saham untuk lebih meningkatkan modalnya di Bank Kalsel.
Sedangkan untuk itu Bank Kalsel sendiri, tambah dia, perlu menempuh langkah-langkah strategis untuk mengejar dan menghadapi tantangan tersebut, seperti dengan meningkatkan mutu pelayanan, ekspansi usaha dan bisnis.
Selain itu, juga memberikan akses kebijakan yang lebih fleksibel dan lebih luas apalagi dengan adanya perubahan status badan hukum dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan.
Sebelumnya, Direktur Utama Bank Kalsel Juni Ri`fat pada sosialisasi tentang Bank Kalsel untuk para pemegang saham, komisaris dan direksi Bank Kalsel Selasa malam, dmenyampaikan saat ini pihaknya sedang menghadapi berbagai tantangan di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat dan kompetitif.
Sosialisasi ini sekaligus sebagai pelaksanaan Pra RUPS menghadirkan pembicara Khairil Anwar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Banjarmasin dan praktisi perbankkan DR Syamsul Ariffin.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Provinsi Kalsel H. Nasib Alamsyah, para Bupati/Walikota dan DPRD Kabupaten/Kota se Kalsel.
"Regional Champion" bertujuan mendorong Bank Kalsel menjadi bank yang unggul dan dapat menjadi bank yang dominan dalam kinerja dan unggul dalam penguasaan pasar.
Regionalnya yang dicirikan dengan portfolio kredit dengan porsi yang lebih besar ke kredit produktif, penguasaan pangsa pasar perbankan relatif terhadap bank lainnya, permodalan yang memadai, inovasi produk yang maju serta brand awareness masyarakat yang tinggi.
Target akhir dari program Regional Champion adalah memperkuat daya saing dan kelembagaan BPD untuk menjadi bank yang dominan di Kalsel.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.