Manager PT Perusahaan Listrik Negara Cabang Kotabaru Basuki Rahman di Kotabaru, Rabu, mengatakan bahwa PLN mengundang perusahaan perkebunan kelapa sawit, khususnya pabrik kelapa sawit (PKS) atau Curd Palm Oil yang kelebihan produksi daya.
"Kami siap membeli daya dari PKS yang berlebih untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat di sekitar perusahaan atau yang belum mendapatkan aliran lsitrik," jelasnya.
Basuki menambahkan, dengan kondisi saat ini, pola kerja sama dengan perusahaan PKS atau perusahaan lainnya yang memproduksi daya sangatlah diperlukan.
Karena masih banyak masyarakat, terutama yang ada di daerah-daerah, hingga saat ini belum bisa menikmati layanan listrik dari PT PLN.
"Kasihan mereka, merdeka sudah 68 tahun listrik belum juga bisa dinikmati," ujarnya.
Listrik dengan harga subsidi merupakan hak semua masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali, baik yang tinggal diperkotaan maupun di pedesaan.
Namun dengan belum masuknya listrik ke sejumlah desa, berarti mereka hingga saat ini belum menikmati subsidi listrik.
Ia mengemukakan, agar subsidi listrik bisa dinikmati oleh semua masyarakat, khususnya yang ada di Kotabaru, PLN perlu menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kotabaru.
Saat ini, ujar Basuki, PLN sudah menjalin kerjsa sama dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Alam Raya Kencana Mas, perusahaan pengolahan bijih besi PT Meratus Jaya Iron Steel Engineering Vacancies Batulicin, serta perusahaan semen PT Indocement Tunggal Prakarsa.
Basuki menjelaskan, listrik hasil produksi perusahaan perkebunan PT Alam Raya Kencana Mas yang dibeli oleh PT PLN dan digunakan untuk melayani masyarakat sekitar perusahaan.
Daya yang dibeli PT PLN dari perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut saat ini baru sebesar 3,2 MW.
Ke depan, lanjut Basuki, produksi daya yang dijual ke PLN akan ditingkatkan menjadi 4-5 MW, agar masyarakat yang mendapatkan layanan listrik dari PT PLN akan semakin luas.
Selain memasang pelanggan rumah tangga, PT PLN juga memasang 32 sambungan baru khusus untuk fasilitas umum.
"Sudah ada 16 travo distribusi yang kita bangun, dan travo tersebut mampu melayani sekitar 800 pelanggan," ujarnya.
Sistem jaringan yang dipergunakan, kata dia, adalah menggunakan sistem isolatir atau terpisah dengan jaringan induk.
"Kita berusaha bisa memanfaatkan daya yang ada semaksimal mungkin untuk bisa dinikmati masyarakat, karena itu kita menggunakan sistem isolatir," ujarnya.
Apabila jaringan tersebut diinterkoneksikan dengan jaringan di Batulicin, Tanah Bumbu, dapat dipastikan daya tersebut akan susut dan bahkan habis di jalan/D.
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.