"Guna mendapatkan WTP tersebut antara lain dengan `menggandeng` (bekerjasama) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) setempat," lanjutnya usai pertemuan dengan Kepala BPKP Perwakilan Kalsel Abdul Hakim, di Banjarmasin, Kamis.
Ia menerangkan, dalam pertemuan dengan Kepala BPKP Perwakilan Kalsel itu antara lain membicarakan tata kelola aset daerah yang baik dan benar, disamping persoalan lain.
"Karena selama ini persoalan aset daerah yang mengganjal, sehingga dalam laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kalsel belum mendapatkan opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia," ujar politisi senior Partai Golkar tersebut.
"Kita berharap setidaknya dalam laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kalsel 2013, sudah mendapatkan opini WTP. Kalau memungkinkan dala laporan pertanggungjawaban APBD 2012," lanjutnya didampingi Ketua Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel H Achmad Bisung.
Oleh sebab itu dalam pertemuan dengan Kepala BPKP Perwakilan Kalsel tersebut lebih banyak membicarakan masalah aset, tanpa mengenyampingkan persoalan lain, demikian Nasib Alamsyah.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kalsel yang juga membidangi aset daerah, menilai, penataan aset pemerintah provinsi (Pemprov) setempat belakangan ini sudah menunjukan kemajuan perbaikan.
"Kita berharap tata kelola aset daerah terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak lagi menjadi halangan bagi Kalsel untuk mendapatkan opini WTP," ujarnya.
"Sebab rasanya malu juga, kalau seumur-umur hanya mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK, yang berarti tanpa ada kemajuan," lanjut politisi senior Partai Demokrat itu.
Karena itu pula Komisi I DPRD Kalsel senantiasa akan mengawal dalam penatakelolaan aset daerah agar tetap tertib, serta semakin sempurna, demikian Achmad Bisung.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.