Kalimantan Selatan diharapkan mencontoh Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam Pemberdayaan Masyarakatan dan Pemerintahan Desa (PMPD), ujar Ketua Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel H Achmad Bisung.

"Karena tampaknya Jabar cukup maju dalam PMPD dan kita cukup terkesan," katanya menjawab wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel, di Banjarmasin, Kamis, sekembali studi banding dari provinsi yang terdiri 26 kabupaten/kota itu.

Sebagai contoh dalam pelaksanaan pembangunan desa di "Bumi Siliwangi" Jabar, menggunakan sistem padat kaya, dengan memberdayakan penduduk setempat, sehingga mereka merasa bertanggung jawab atas keberhasilan proyek tersebut.

Selain itu, mendapatkan keuntungan ganda, yaitu dengan padat karya menjadi pendapatan masyarakat setempat serta mendapat proyek/bangunan guna kemunjang kemajuan desa tersebut khususnya.

Contoh lain dalam pemberdayaan masyarakat, tiap kelompok mendapatkan bantuan melalui pemerintah provinsi (Pemprov) Jabar sebesar Rp60 juta, serta Rp22 juta/desa/tahun.

"Memang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jabar seperti Tahun 2012 mencapai Rp16 triliun. Tapi secara prosentase dibandingkan dengan jumlah penduduknya, anggaran kita lebih besar dari Jabar," tuturnya.

Penduduk "Bumi Siliwangi" Jabar sekarang mencapai 44 juta jiwa tersebar pada 5.000 lebih desa/kelurahan lanjutnya didampingi Ketua DPRD Kalsel Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah.

Sementara penduduk Kalsel sekarang mencapai 3,6 juta jiwa tersebar pada 13 kabupaten/kota atau sekitar 1.000 desa/kelurahan, dan APBD 2012 lebih kurang Rp4,5 triliun.

"Bila dibandingkan besaran APBD dan jumlah penduduk Jabar, semestinya Kalsel yang prosentasenya lebih besar bisa mencontoh dalam PMPD," lanjut politisi senior Partai Demokrat tersebut.

"Tapi, mengapa kita Kalsel tak bisa seperti di Jabar dalam PMPD," demikian Achmad Bisung.


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026