Jika terpaksa harus digunakan hendaknya memperhatikan takaran yang benar-benar sesuai ketentuan,Marabahan (ANTARA) - Bupati Barito Kuala, Kalimantan Selatan Hj Noormiliyani AS membuka Pasar Wadai Ramadhan 1440 Hijriyah, di siring Jalan Tugu depan Kediaman Bupati Batola, Senin (6/5) sore.
Pasar Ramadhan tersebut memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menampilkan berbagai kuliner khas Batola dan Kalsel yang biasanya hanya ada saat bulan puasa.
Usai peresmian dilanjutkan peninjauan tempat digelarnya jualan yang umumnya menampilkan aneka jenis kue (wadai) tradisional khas Banjar.
Wadai-wadai itu diantaranya, sari muka, amparan tatak, kararaban, bingka kentang, bingka barandam, wadai lapis, apam pisang sagu, putri salat, kakicak, papari, kakoleh, lupis, poto mayang dan lainnya.
Bupati Batola Hj Noormiliyani menyatakan, sangat menyambut baik diadakannya Pasar Ramadhan yang cukup berpotensi untuk dijadikan salah satu objek wisata, khususnya kuliner dan wadai tradisional.
Karena itulah, mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel meminta kepada pihak terkait agar mengelola potensi itu dengan baik.
Sementara kepada para pedagang, dia meminta memperhatikan jualan agar lebih variatif dengan menggali resep-resep tradisional yang benar-benar merupakan khas daerah, sehingga dapat menarik minat para pengunjung maupun wisatawan untuk mencicipi dan berbelanja.
Mengingat Pasar Ramadhan terfokus pada penyediaan makanan dan minuman untuk berbuka puasa, maka Noormiliyani mengimbau, beberapa hal kepada para pedagang, di antaranya memperhatikan kualitas bahan-bahan yang digunakan, termasuk memperhatikan daya tahan dan masa kadaluarsa.
Dalam membuat makanan, dia mengimbau, agar menghindari penggunaan campuran yang mengandung zat kimia seperti, zat pengawet, pewarna atau pemanis buatan.
“Jika terpaksa harus digunakan hendaknya memperhatikan takaran yang benar-benar sesuai ketentuan,”pintanya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, masyarakat diminta senantiasa menjaga kebersihan dan keindahan serta turut memelihara ketertiban dan keamanan demi kenyamanan dan ketenangan bersama.
Terpisah, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Batola Gusti Rupandi mengatakan, Pasar Wadai Ramadhan diadakan bertujuan selain untuk mempromosikan objek wisata lokal serta media syiar Islam sekaligus dalam upaya untuk memberdayakan ekonomi masyarakat.
Ruspandi menambahkan, Pasar Wadai Ramadhan 1440 Hijriyah di Marabahan tersebut berisi jualan makanan, minuman, makanan siap saji, pedagang kurma, dan lain-lain.
Pembukaan Pasar Ramadhan tersebut dihadiri Wakil Bupati H Rahmadian Noo, Penjabat Sekda H Abdul Manaf, para pimpinan SKPD beserta isteri dan undangan ini ditandai pengguntingan untaian melati oleh Ketua TP-PKK Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor.
Pewarta: AriantoEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.