"Selama tiga tahun sejak 2010 PDAM Intan Banjar meraih untung yang besarnya mencapai miliaran rupiah," ujar Kepala Bagian Umum PDAM Intan Banjar Dedy Rahmat Setiawan di Banjarbaru, Senin.
Ia mengatakan, keuntungan yang diraih pada 2010 sebesar Rp2 miliar disusul 2011 yang berhasil menghimpun keuntungan sebesar Rp4 miliar dan tahun 2012 dengan keuntungan yang lebih dari tahun sebelumnya.
"Perhitungan keuntungan untuk tahun 2012 belum terbit hasil auditnya, tetapi diperkirakan keuntungan yang dicapai melebihi tahun lalu," ungkapnya didamping sejumlah pejabat PDAM setempat.
Menurut dia, perusahaan daerah yang dikelola Pemkab Banjar dan melayani pelanggan pada dua daerah yakni Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru pada 2006 sempat mengalami kerugian ratusan juta.
Kemudian, melalui pengelolaan manajemen dan keuangan yang lebih baik, perusahaan daerah yang mendapat sokongan dana dari Pemkab Banjar, Pemkot Banjarbaru dan Pemprov Kalsel itu berhasil meraih keuntungan.
"Memasuki tahun 2007 hingga 2009, kerugian karena besarnya biaya operasional dapat ditekan sehingga sejak 2010 berhasil meraih keuntungan miliaran rupiah melalui pembayaran rekening pelanggan," ujarnya.
Dijelaskan, keuntungan yang diraih disebabkan faktor rasio operasional yakni biaya operasional berbanding dengan pendapatan melalui pembayaran rekening pelanggan yang lebih besar.
Dikatakan, jumlah pelanggan PDAM setiap tahun semakin banyak seiring perluasan cakupan pelayanan pelanggan disamping kebutuhan masyarakat terhadap air bersih yang semakin meningkat meski pun sudah memiliki sumur.
"Seiring perluasan cakupan pelayanan membuat pelanggan semakin banyak meski pun mereka sudah memiliki sumber air bersih yakni sumur tetapi tetap mengandalkan PDAM jika sumurnya kering," kata dia.
Ditambahkan, jumlah pelanggan PDAM Intan Banjar keseluruhan mencapai 43.000 yang tersebar di Kabupaten Banjar sebanyak 29.094 pelanggan dan Kota Banjarbaru 14.476 pelanggan/C
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.