Ketua Komisi II DPRD Kotabaru H Faruk Sahdan di Kotabaru, Senin, mengatakan, Pulau Sebuku dinilai cocok untuk dijadikan sentra ternak sapi Bali.
"Di daerah tersebut banyak areal terbuka yang merupakan lokasi eks tambang yang sudah direklamasi oleh perusahaan," katanya.
Bekas tambang perusahaan yang sudah direklamasi tersebut, bisa ditanami rumput, sehingga bisa dijadikan lokasi pengembalaan sapi Bali.
Menurut Faruk, kualitas daging sapi Bali lebih padat dibandingkan dengan daging sapi biasa. Terlebih perawatan sapi Bali jauh lebih mudah, berbeda dengan sapi jenis lain yang perawatannya harus lebih intensif lagi.
Ia mengatakan, pertimbangan dipilihkanya Pulau Sebuku menjadi pusat peternakan sapi Bali antara lain mudah dikontrol dan jaraknya dengan Pulau Laut Kotabaru, lebih dekat dibandingkan dengan daerah lain.
Bukan hanya sentra, namun lebih dari itu, Pulau Sebuku bisa menjadi salah satu daerah yang mampu menghasilkan bibit sapi unggulan dan menjadi pusat penelitian ternak besar.
"Dengan demikian, ke depan kebutuhan daging Kotabaru bisa dipenuhi oleh Pulau Sebuku," ujarnya.
Menurut dia, jika berhasil, Kotabaru tidak perlu lagi mendatangkan daging terutama daging sapi dari luar daerah.
Faruk juga berharap Dinas Peternakan setempat segera menyosialisasikan rencana tersebut kepada masyarakat.
Kepala Dinas Peternakan Kotabaru H Sabri Madani sebelumnya mengatakan, hingga saat ini Kotabaru masih mendatangkan ternak terutama saat hari raya kurban dari luar daerah sekitar 15 persen dari jumlah kebutuhan.
"Kebutuhan hewan untuk hari Raya Idhul Adha tahun lalu sekitar 650 ekor, sementara hewan kurban yang dapat disediakan peternak lokal sekitar 550 ekor," katanya.
Sisanya sekitar 100 ekor atau 15 persen lebih harus didatangkan dari luar daerah seperti dari Kabupaten Tanah Bumbu, Tanah Laut, Banjar di Kalsel.
"Sedangkan dari daerah luar provinsi, seperti Nusa Tengga Barat (NTB), beberapa provinsi di Sulawesi dan Jawa Timur," katanya.C
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.