Puluhan ribu pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Intan Banjar, Kalimantan Selatan, bakal kesulitan air bersih selama lima hari, menyusul pemeliharaan saluran irigasi Riam Kanan.

Kepala Bagian Umum PDAM Intan Banjar, Dedy Rahmat Setiawan, di Banjarbaru, Kamis, mengatakan, pemeliharaan saluran irigasi yang airnya menjadi bahan baku utama dilakukan tanggal 12-13 Januari 2013.

"Pemeliharaan berupa pembersihan saluran irigasi dari gulma dilakukan dua hari, tetapi dampaknya terhadap pelanggan bisa mencapai lima hari karena pengisian pipa memerlukan waktu," ujarnya kepada wartawan.

Ia mengatakan, pelanggan PDAM Intan Banjar yang terkena dampak pemeliharaan irigasi tersebar di Kota Banjarbaru yakni sebanyak 14.476 sambungan rumah dan Martapura Kabupaten Banjar 11.057 sambungan rumah.

Disebutkannya, 25.533 pelanggan pada dua daerah bertetangga itu masuk zona utama yang dilayani dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) yakni IPA Aerator STM dan IPA Pinus yang dioperasikan PDAM Intan Banjar.

"Pembersihan dilaksanakan Asosiasi Pembudidayaan Tambak Ikan menggunakan alat berat untuk mengangkat gulma sehingga ketinggian air harus dikurangi dan dampaknya tidak bisa diolah menjadi air bersih," ujarnya.

Dijelaskannya, ketinggian air di saluran irigasi minimal 80 centimeter dari dasar saluran yang membentang sepanjang 24 kilometer sehingga jika ketinggian air dibawah batas itu maka air baku tidak bisa diolah.

"Jika menggunakan alat berat, maka ketinggian air diperkirakan hanya tersisa 20 centimeter sehingga airnya tidak bisa diolah dan produksi air bersih terpaksa dihentikan secara total," ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya memberikan alternatif bagi pelanggan yang ingin mendapatkan pasokan air dari saluran irigasi melalui penyediaan mobil tangki air yang dijual sesuai zona pelayanan.

Tarif jual untuk zona I meliputi Banjarbaru Kota dan Martapura Kota sebesar Rp100.000, zona II Landasan Ulin, Gambut, Astambul dan Matraman dikenakan tarif sebesar Rp140.000 per unit mobil tangki air.

Zona III yakni Kecamatan Kertak Hanyar, Sungai Tabuk dan Martapura Barat Rp185.000 dan zona IV Kecamatan Aluh-Aluh, Beruntung Baru, Tatah Makmur, Simpang Empat dan Pengaron sebesar Rp215.000.

Kabid Sumber Daya Air Dinas Bina Marga Kabupaten Banjar Muhammad Ikhsan mengatakan, pembersihan saluran bertujuan menghambat pertumbuhan gulma yang menjadi penyebab berkurangnya debit air di saluran irigasi.

"Pertumbuhan gulma cukup cepat sehingga mengurangi debit air di sepanjang saluran irigasi sehingga melalui pembersihan gulma diharapkan ketinggian dan debit air tetap terjaga," katanya.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026