Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorloh) Provinsi Kalimantan Selatan Nor Efrani di Banjarmasin, Kamis mengatakan, total desa di Kalimantan Selatan saat ini adalah sebanyak 1.974 desa.
"Sesuai ketentuan, satu desa adalah satu penyuluh, kalau saat ini satu penyuluh bisa membawahi dua hingga tiga desa," katanya.
Apalagi, kata dia, pada 2014 diperkirakan sebanyak 10 persen dari total tenaga penyuluh tersebut akan pensiun, sehingga jumlahnya akan semakin berkurang, bila pemerintah tidak segera mengangkat penyuluh baru untuk mendongkrak pengembangan pertanian dan perikanan di daerah.
Menutupi kekurangan tenaga penyuluh tersebut, kata dia, pihaknya memanfaatkan para petani yang memiliki kemampuan dan pengalaman cukup bagus dibidangnya untuk menjadi penyuluh mandiri.
"Syukur berkat bantuan para petani yang cukup sukses di bidangnya tersebut, kini kekurangan tenaga penyuluh tersebut sebagian bisa tertutupi," katanya.
Ke depan, kata dia, pihaknya akan terus meningkatkan optimalisasi balai penyuluh pertanian, sehingga berbagai program yang telah ditetapkan bisa terlaksana maksimal.
Mendukung program nasional swasembada pangan pada 2014, kata dia, Bakorloh juga terus memacu petani melalui penyuluh untuk meningkatkan program panen dan peningkatan produksi padi.
"Kalau penyuluh programnya banyak pada pengembangan wawasan dan pengetahuan petani terhadap berbagai cara peningkatan produksi maupun bertani secara baik, namun banyak kendala teknis lainnya yang harus diperhitungkan," katanya.
Misalnya saja, untuk peningkatan produksi, harus beriringan dengan pemenuhan pupuk bagi tanaman, yang juga sering menjadi kendala bagi petani, juga peralatan pertanian dan fasilitas pengairan serta lainnya.
Hal-hal tersebut, tambah dia, harus berjalan bersamaan, sehingga keinginan peningkatan produksi pada dan pertanian secara luas, bisa tercapai sebagaimana program yang telah ditetapkan.
Tentang cuaca, kata dia, biasanya para petani memiliki kemampuan untuk memprediksi kondisi cuaca lebih baik, karena pengalaman mereka bercocok tanam yang sudah bertahun-tahun.
"Jadi tanpa harus kita sampaikan tentang kondisi cuaca, para petani biasanya lebih tahu," katanya.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.