Putusnya jembatan gantung di Margasari Kecamatan Candilaras Selatan Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan yang menyebabkan satu orang tewas dan satu orang masih hilang sepenuhnya adalah tanggung jawab pemerintah kabupaten setempat.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Ir Martinus di Banjarmasin, Rabu mengatakan, jembatan gantung tersebut merupakan jembatan yang pemeliharaannya sepenuhnya tanggung jawab kabupaten karena berada di ruas jalan kabupaten.

"Memang awalnya yang membangun adalah pemerintah pusat, bersamaan dengan tiga jembatan gantung lainnya di Kalsel, melalui program peningkatan jalan desa dari Departemen Pekerjaan Umum, tetapi selanjutnya untuk pemeliharaannya diserahkan pemerintah kabupaten," katanya.

Sebagaimana diketahui, jembatan yang ada di Desa Beringin Kecamatan Margasari putus pada Selasa dini hari sekitar pukul 01:30 Wita, pada saat warga sekitar merayakan pergantian tahun 2012 ke 2013.

Diduga jembatan yang berusia lebih dari sepuluh tahun tersebut tidak mampu menahan beban yang ada diatasnya.

Pada saat kejadian tidak kurang dari dua orang dan delapan sepeda motor berada diatas jembatan merayakan pergantian tahun dengan menyalakan pesta kembang api.

Menurut keterangan beberapa warga, tidak lama setelah pesta, jembatan bergoyang cukup keras sehingga mengakibatkan putus, sehingga puluhan orang dan delapan sepeda motor terjatuh ke suangai.

Satu orang ditemukan tewas atas nama Aisyah (45) dan satu orang masih dalam pencarian dan sisanya ditemukan dalam kondisi selamat, kendati sebagian mengalami luka dan patah kaki.

Menurut informasi dari warga sekitar, sebelum kejadian kondisi jembatan sudah mengalami kerusakan, beberapa baut jembatan hilang, sehingga kondisinya tidak maksimal, pemerintah desa telah mengajukan perbaikan sejak tiga tahun terakhir, namun belum mendapatkan tanggapan.

Menanggapi hal tersebut, Martinus mengatakan, kendati pemeliharaan dan pembangunan jembatan adalah wewenang pemerintah kabupaten, pihaknya akan tetap memfasilitasi dengan pemerintah pusat agar jembatan tersebut segera diperbaiki.

Martinus berharap, ke depan pemerintah kabupaten dan kota tidak lagi membangun jembatan gantung, karena sudah tidak sesuai lagi dengan pertumbuhan penduduk dan kendaraan.

"Kita himbau pembangunan jembatan ke depan minimal semi permanen, selain lebih kuat juga mengikuti perkembangan penduduk dan transportasi saat ini," katanya.

Kepala Bidang Pencegahan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Pemerintah Provinsi Kalsel, Suryadi Murhan, mengatakan, berdasarkan informasi dari beberapa anggota BPBD yang kini dilokasi kejadian, salah seorang korban yang terjebur ke sungai tersebut atas nama Aisyah (45) berhasil ditemukan sekitar pukul 07.00 Wita pagi.

  "Dari informasi yang saya terima selain satu orang meninggal, tiga orang warga kini dirawat karena menderita patah kaki dan luka-luka," katanya./D.
(T.U004/B/M009/M009) 02-01-2013 17:23:25


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026