Kapal internet Kementerian Komunikasi dan Informasi yang akan diserahkan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan nyasar hingga ke Pontianak Kalimantan Barat diduga akibat cuaca buruk.

Staf Ahli Menteri Kominfo bidang sosial, ekonomi dan budaya, Suprawoto di Banjarmasin, Kamis mengatakan, karena kapalnya nyasar, sehingga penyerahan kapal internet senilai Rp1,3 miliar tersebut hanya bisa dilaksanakan secara serimonial atau simbolis saja.

"Mungkin dalam waktu beberapa hari ke depan kapal tersebut sudah bisa sampai ke Kalsel," katanya.

Menurut Suprawoto, kapal yang dilengkapi dengan sepuluh komputer, satelit, LCD dan beberapa peralatan teknologi tersebut merupakan terobosan baru Kominfo untuk mengurangi sekat ketertinggalan informasi antara daerah pinggiran sungai dengan kota.

Kapal tersebut, kata dia, baru satu-satunya di Indonesia dan dipercayakan kepada Provinsi Kalsel sebagai uji coba pelaksanaan kapal internet untuk daerah perairan.

"Kalau uji coba di Kalsel ini nanti sukses dan mampu membuka akses informasi bagi warga daerah terpencil secara maksimal, kapal internet tersebut baru akan kita produksi lebih banyak lagi," katanya.

Menurut Suprawoto, keberadaan kapal internet tersebut, merupakan salah satu upaya Kominfo untuk membuka jalur informasi hingga daerah-daerah terpencil.

"Pada 2014 kita upayakan seluruh desa di Indonesia sudah bisa mengakses informasi dengan cepat baik melalui telepon maupun internet," katanya.

Saat ini, kata dia, dari 60 ribu desa di Indonesia, 90 persen lebih telah menikmati fasilitas komunikasi, tinggal beberapa desa di Papua yang belum bisa mengakses program "dering".

Selain itu, kata dia, seluruh kecamatan di Indonesia juga sudah bisa memanfaatkan fasilitas internet melalui mobil internet.

Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel, Arsyadi mengatakan, kapal internet tersebut diyakini mampu membuka isolasi informasi terutama bagi daerah-daerah yang terletak di sepanjang perairan Kalsel.

"Akan kita atur sistem operasionalnya, yang pasti saat ini kapal tersebut berada di bawah tanggung jawab Dishub Kalsel," katanya.

Selanjutnya, bila ada kabupaten dan kota yang memang lebih cocok untuk memanfaatkan kapal internet tersebut, seperti Kabupaten Kotabaru, tidak menutup kemungkinan operasional kapal tersebut akan diserahkan ke kabupaten.

Melalui internet tersebut, diharapkan anak-anak sekolah terutama yang berada di daerah terpencil bisa menikmati kemajuan teknologi informasi, sehingga ke depan tidak ada lagi kesenjangan informasi antara desa dan kota.


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026