Pelayaran di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan kembali normal setelah Administrator Pelabuhan mencabut larangan untuk berlayar.

Pada Senin (17/1) malam sebuah kapal Roro Gerbang Samudra I yang mengangkut berbagai macam kebutuhan pokok warga Kalsel termasuk sayur mayur merapat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

"Pelayaran kembali lancar, beberapa kapal mulai berdatangan," kata Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan dan Penumpang Laut Urip Suratno di Banjarmasin, Selasa.

Menurut dia, beberapa kapal yang datang antara lain Gerbang Samudra yang telah kembali ke Surabaya dengan mengangkut sebagian truk yang tertahan di Pelabuhan Trisakti sejak sepekan terakhir.

Selanjutnya, kapal milik Primavista juga datang pada Selasa pagi dan kembali mengangkut puluhan truk yang masih menumpuk di pelabuhan.

"Kita berharap bisa segera terangkut, karena biaya tiap hari terus membengkak," kata Anto salah seorang sopir truk.

Menurut Urip, kendati saat ini sudah ada beberapa kapal yang berlayar namun diharapkan tetap waspada karena kondisi cuaca sewaktu-waktu bisa berubah.

Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama Kalimantan Selatan Budiono mengatakan KM Kumala milik PT Dharma Lautan Utama pada Selasa (18/1) berangkat dari Surabaya dan tiba di Trisakti pada Rabu (19/1).

"Pada dasarnya tidak ada larangan untuk kapal Roro melakukan pelayaran, tetapi karena gelombang cukup tinggi terpaksa kita tidak berangkat," katanya.

Akibat tidak adanya kapal yang berangkat dari Surabaya ke Banjarmasin, sejak satu pekan terakhir, harga sayur mayur di pasar tradisional melonjak tajam, terutama wortel, kol, cabai, dan beberapa jenis sayur lainnya.

"Harga kol yang sebelumnya sekitar Rp7.000 per kilogram kini naik menjadi Rp15 ribu per kilogram," kata Taufik, pedagang sayur.

Kenaikan terjadi karena sayur mayur yang biasanya diangkut dengan kapal kini terpaksa dinaikkan pesawat, sehingga ongkos kirimnya naik hingga berkali-kali lipat.(B/A)


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026