Sebanyak 82.309 warga miskin di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan memperoleh kartu sehat warna hijau atau kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas).

"Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan penerima sebelumnya yang tercatat 146.402 warga atau berkurang

60 Ribu warga" kata Wali Kota Banjarmasin, Haji Muhidin, Jumat.

Ketika acara sosialisasi kartu Jamkesmas di aula Kayuh Baimbai balaikota setempat, Wali Kota Haji Muhidin mengaku, banyaknya warga Banjarmasin yang tidak tercatat dalam program Jamkesmas kali ini, bukan dari kebijakan Pemkot, melainkan data yang diperoleh pusat dari Badan Pusat Statistik (BPS).

"Pemkot Banjarmasin melalui Dinkes setempat hanya ditugaskan membagikannya saja kepada masyarakat, tapi jangan kawatir, jika tidak mendapatkan itu warga akan dijamin kesehatannya melalui Jamkesda atau Jamkesprov," ujarnya.

Ia mengharapkan, nantinya pembagian kartu Jamkesmas tidak menuai keresahan di masyarakat, misalnya ada warga yang tidak mendapatkannya lagi.

Kalau ada warga yang merasa tidak memperoleh Jamkesmas itu segera melaporkan kepada kelurahan atau RT-nya untuk didata kembali.

Kepala Dinkes setempat Hj Diah R Praswati mengakui, program pembagian kartu Jamkesmas kali ini terbilang dadakan, bahkan dulunya bukan kebijakan Diskes untuk membagikan, melainkan Askes dari 2008 lalu kemasyarakat.

"Sulitnya kalau ada masyarakat yang tidak kebagian protesnya pastinya kepada Dinkes," ucapnya.

Sebab dia mengakui, jumlah masyarakat miskin yang mendapatkan Jemkesmas kali ini jauh berbeda dari jumlah sebelumnya pada 2008 yang mencapai 146.402 orang, sedangkan pada 2012 hanya 82.309 orang.

"Jumlah kartu yang kita terima masih kurang dengan data yang dimiliki pusat hasil verefikasi BPS yang mestinya sebanyak 84.711 orang yang menerima Jamkesmas di Banjarmasin," jelasnya.


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026