Bupati Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan Khairul Saleh mengatakan, hari lapang (field day) perikanan kabupaten setempat diharapkan dijadikan percontohan nasional.
"Hari lapang perikanan Kabupaten Banjar merupakan satu-satunya di Indonesia sehingga diharapkan dijadikan contoh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dilaksanakan daerah lain," ujarnya di Martapura, Selasa.
Ia mengatakan hal itu disela hari lapang perikanan Kabupaten Banjar 2012 di kawasan minapolitan perikanan di Desa Sungai Batang Kecamatan Martapura Barat yang dihadiri jajaran Dinas Perikanan dan Kelautan setempat.
Menurut dia, hari lapang yang diikuti jajaran dinas terkait dan petani serta pembudidaya perikanan sangat bermanfaat bagi pelaku di bidang perikanan karena bisa dijadikan ajang bertukar informasi.
"Petani atau pembudidaya ikan bisa saling berbagi ilmu disamping mendapat pengetahuan dari dinas terkait mengenai masalah perikanan dan informasi penting bidang perikanan lainnya," ungkap dia.
Dikatakan, potensi perikanan terutama perikanan yang menggunakan kolam di kabupaten setempat cukup besar sehingga ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai kawasan minapolitan.
Kawasan minapolitan atau pengembangan budidaya perikanan tersebar pada enam desa yakni Desa Cindai Alus, Tungkaran, Sungai Sipai, Penggalaman, Sungai Batang dan Desa Sungai Rangas.
"Produksi perikanan yang dihasilkan kawasan minapolitan itu terutama ikan patin cukup besar karena mampu memenuhi kebutuhan ikan patin di Kalsel hingga ke Kalteng dan Kaltim," ujarnya.
Disebutkan, produksi perikanan jenis ikan patin kawasan minapolitan maupun kolam skala kecil yang dikelola pembudidaya secara swadaya mampu menghasilkan ikan sebanyak 25 ton hingga 27 ton perhari.
"Produksi ikan patin sebanyak itu setara 90 persen pasokan ikan yang disebar pada tiga provinsi sehingga Kabupaten Banjar boleh berbangga dengan ikan patinnya yang mampu memasok kebutuhan daerah luar," ujarnya.
 Ditambahkan, pihaknya terus berupaya membantu petani dan pembudidaya ikan melalui dana yang diperjuangkan dari APBN maupun dana APBD terutama untuk melengkapi sarana prasarana pendukung seperti akses jalan./D.
(T.KR-SYO/B/M009/M009) 11-12-2012 22:47:47
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.