Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) mengakui, kemasan berbagai produk industri kecil dan menengah (IKM) setempat belum begitu menarik.

Akibat belum begitu menarik maka kurang bisa bersaing dengan produk IKM daerah lain, kata Kepala Bidang Industri pada Koperindag HSU, Hj Sri Mainoor, di Amuntai, ibukota HSU, Kamis.

Walau demikian, katanya belakangan kemasan IMK setempat sudah mulai meningkatkan kualitasnya karena memang terdapatnya pengetahuan dengan melihat contoh produk dari luar juga akibat adanya persaingan antarsesama pelaku IKM.

Selama ini, imbuhnya, pelaku IKM kurang perhatian terhadap aspek teknis pengemasan karena penjualan produk hanya ditingkat lokal dan kabupaten tetangga.

Namun dengan semakin ketatnya persaingan, tambah Mainoor, semakin dibutuhkan strategi pemasaran sambil terus meningkatkan mutu produk, katanya saat pelatihan teknis kemasan produk IKM oleh pelaku IKMs.

Mainnor berharap, dengan semakin tingginya minat terhadap teknis kemasan ini akan membuat usaha IKM semakin maju yang pada gilirannya

akan semakin meningkatkan gairah berusaha masyarakat untuk menggeluti berbagai usaha IKM ini.

Sedangkan bagi Instruktur pelatih dari Perusahaan Pelangi Sari, Banyu Wangi Jawa Timur Bambang Haryono kesempatan berkunjung ke Kabupaten HSU ini akan membuka peluang kemitraan pihak Pelangi Sari yang dipimpinnya dengan pelaku IKM di HSU karena selama 30 tahun perusahaan ini berdiri sudah terbentuk usaha-usaha plasma dari masyarakat Kota Banyuwangi dan sekitarnya.

Kini dengan ribuan jumlah pekerjanya, perusahaan yang bergerak di bidang makanan olahan. handycraf hingga furniture ini sudah go internasional hingga Singapura dan Malaysia.

"Saya berharap IKM tidak lagi hanya menjadi singkatan industri kerajinan masyarakat, tapi harus menjelma menjadi singkatan industri kreatif miliaran" katanya.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026