Distribusi air bersih Perusahaan Daerah Air Minum Intan Banjar, Kalimantan Selatan, terganggu karena adanya kegiatan pembersihan saluran irigasi yang airnya menjadi sumber air baku bagi perusahaan daerah itu.

Kepala Bagian Humas PDAM Intan Banjar Rahmawati, Kamis, di Banjarbaru, mengatakan, pembersihan saluran irigasi dilakukan asosiasi kelompok pembudidaya ikan Kabupaten Banjar yang turut berperan membersihkan saluran primer itu.

"Aksi pembersihan itu merupakan aksi sosial yang dilakukan kelompok pembudidaya ikan dan diharapkan aksi mereka membantu kelancaran air di sepanjang saluran irigasi," ujar Rahmawati dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan.

Ia mengatakan, sarana prasarana produksi instalasi pengolahan air yang kemungkinan kena dampak pengeringan irigasi adalah Instalasi Pengolahan Air (IPA) I di Jalan STM dan IPA II di kawasan Pinus.

Dijelaskan, zona pelayanan PDAM Intan Banjar yang menerima dampak pengeringan irigasi yaitu, zona utama yang terdiri dari Kecamatan Banjarbaru Utara, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kecamatan Cempaka, Kecamatan Martapura, Kecamatan Martapura Timur, dan Kecamatan Landasan Ulin.

"Daerah yang terkena dampak pengeringan irigasi adalah Banjarbaru Utara, Banjarbaru Selatan, Guntung Payung, Guntung Manggis, Sei Ulin, Sungai Besar, Cempaka, Trikora, Martapura Kota, Dalam Pagar, Telok Selong dan sekitarnya, sebagian wilayah Landasan Ulin," ungkapnya.

Disebutkan, zona utama itu terdiri atas Kota Banjarbaru dengan 13.019 SR (sambungan rumah) dan Kota Martapura sebanyak 10.064 SR.

Dikatakan, upaya yang dilakukan PDAM Intan Banjar dalam penanganan gangguan pengeringan irigasi, dengan membendung aliran air dengan karung berisi pasir untuk meninggikan permukaan air, dan menyediakan mobil tangki air bagi masyarakat.

"Tarif jual berdasarkan zona pelayanan, dan menyediakan tandon air disamping itu juga disiapkan pembuatan bak prasedimentasi atau penampungan air baku, dan uprating kembali WTP IPA II kapasitas 50 liter per detik," ujarnya.

Kabag Umum PDAM Intan Banjar Deddy Rahmat Setiawan menambahkan, informasi yang diterima pihaknya, pembersihan irigasi itu sifatnya aksi sosial yang akan dilaksanakan pada Sabtu (1/12) dari pukul 08.00 Wita hingga selesai.

"Saluran irigasi yang dikeringkan itu dari Sungai Pering sampai di dekat Ponpes Darul Hijrah sepanjang sekitar sepuluh kilometer," ujarnya.

Diharapkan, pengaturan level ketinggian air saat pembersihan tidak kurang dari 80 sentimeter agar pengeringan itu tidak terlalu berpengaruh kepada PDAM Intan, karena masih bisa memproduksi air.

"Kami mengharapkan ketinggian air tidak kurang dari 80 sentimeter kalau di bawah 80 sentimeter produksi akan terhambat," katanya.***3***





(T.KR-SYO/B/M008/M008) 29-11-2012 19:08:33


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026