Sejumlah media penyiaran di Kalimantan Selatan yang agak "nakal" terbanyak milik pemerintah daerah, ungkap Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) provinsi setempat Samsul Rani.
Seperti siaran radio dan media televisi walau belum memenuhi persyaratan, tapi sudah mereka operasionalkan, ujarnya, usai rapat kerja bersama Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Rabu.
Media penyiaran yang masih tergolong nakal itu, pada umumnya yang dikelola pemerintah kabupaten/kota, dimana sebagian besar daerah tersebut memilikinya, baik berupa siaran radio maupun televisi.
"Tapi kalau media penyiaran milik swasta, relatif mematuhi aturan, yaitu minimal mereka melengkapi semua persyaratan, baru operasional," lanjutnya menjawab ANTARA Kalsel.
Ia menyatakan, KPID Kalsel terus berupaya melakukan pembinaan terhadap komunitas media penyiaran yang terdapat pada 13 kabupaten/kota seprovinsi tersebut, baik milik pemerintah daerah (Pemda) maupun swasta atau perorangan.
"Dalam melakukan pembinaan tersebut, KPID Kalsel akan lebih proaktif atau `jemput bola` sehingga tak ada alasan lagi bagi pemilik media penyiaran tidak mengetahui peraturan perundang-undangan," tandasnya.
"Gerakan jemput bola tersebut juga untuk membantu atau memudahkan pengurusan perizinan, sehingga ke depan tidak ada lagi media penyiaran yang dianggap ilegal, kesemuanya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," demikian Samsul Rani.
Data KPID Kalsel menunjukkan, di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota itu, terdapat puluhan kanal/spektrum frekuensi radio penyiaran publik/swasta dan komunitas.
Selain itu, terdapat puluhan kanal/spektrum frekuensi televisi, baik yang sifatnya berjaringan dengan siaran televisi swasta nasional maupun lokal.
Di Kalsel saat ini terdapat televisi lokal milik pemerintah kabupatn (Pemkab), antara lain Tapin TV (Pemkab Tapin), Kandangan TV (Pemkab Hulu Sungai Selatan), Amuntai TV (Pemkab Hulu Sungai Utara) dan Tabalong TV (Pemkab Tabalong).
Sedangkan media televisi swasta antara lain, Duta TV, Banjar TV, Borneo TV dan Khayangan TV. Sementara yang berjaringan antara lain Trans 7, Metro TV, TV One, Global TV, Trans TV, SCTV, MNC TV, Indosiar, TVRI, ANTV dan Kompas TV/D.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.