Hal itu disampaikan Sales Supervisor Pupuk PT Petrokimia Gresik wilayah Kalsel dan Kalimantan Tengah Warjono di Banjarmasin, Minggu.
Menurut dia, masih tertahannya tiga kapal pengangkut pupuk membuat stok sebagian jenis pupuk di Kalsel kosong sejak satu pekan terakhir.
Salah satu jenis pupuk yang kosong baik di pasaran maupun di gudang adalah NPK Ponska.
Stok pupuk lain seperti urea, ZA, SP36 sampai saat ini masih mencukupi hingga beberapa hari ke depan namun bila gelombang tinggi tidak segera mereda stok juga bisa menipis.
Kondisi tersebut, kata dia, berbeda dengan Kalimantan Tengah yang masih cukup aman karena beberapa kapal pengangkut pupuk telah tiba di Sampit sebelum ada larangan berlayar.
"Kami berharap dalam beberapa hari ke depan sudah ada kapal yang bisa masuk ke Banjarmasin," katanya.
Selama 2010, kata Warjono, jatah pupuk bersubsidi di Kalsel cukup aman karena penyalurannya jauh di bawah kuota yang ditetapkan.
Pupuk NPK misalnya dari kuota 28 ribu ton tersalur 20 ribu ton, urea dari kuota 50 ribu ton tersalur 42 ribu ton.
Untuk ZA sebelumnya kuota hanya 1.200 ton namun naik menjadi 2.000 ton dan tersalur 1.600 ton, sedangkan SP36 kuotanya 9.000 turun menjadi 7.500 ton dan tersalur 5.200 ton.
Untuk pupuk organik, kuota untuk Kalsel menurun drastis dari 7.000 menjadi hanya 2.500 ton.
"Khusus pupuk organik pemerintah juga memberikan subsidi secara langsung sebanyak 45 ribu ton," katanya.
Untuk 2011, kata dia, hingga kini belum ada surat keputusan dari Menteri Pertanian sehingga tetap diberlakukan kuota 2010.(B/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.