Petani padi di wilayah Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, mengeluhkan kurang baiknya sistem pengairan di wilayah tersebut, hingga kurang menunjang kelancaran usaha tani mereka.

"Keluhan itu mereka disampaikan kepada saya saat reses beberapa hari lalu di wilayah tersebut," ungkap H Achmad Bisung, anggota DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Kamis.

Politisi senior Partai Demokrat itu, mengaku, memaklumi keluhan petani di Lampihong tersebut, karena usaha tani salah satu andalan mata pencaharian mereka.

"Tapi kalau kondisi pengairan untuk usaha pertanian tidak menunjang, mereka tidak akan mendapatkan hasil maksimal," ujar mantan Wakil Ketua Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel itu.

Ia mengungkapkan, berdasarkan penuturan masyarakat Lampihong, penurunan debit air persawahan mereka, seiring dengan maraknya usaha perkebunan di Balangan, terutama daerah bagian hulu.

Sementara irigasi dari Bendungan Pitap, hingga saat ini belum berfungsi maksimal, lanjut wakil rakyat asal daerah pemilihan V Kalsel yang meliputi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong itu.

Mengenai keluhan petani "Bumi Sanggam" Balangan itu, Ketua Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel tersebut, turut mengharapkan perhatian pemerintah atau instansi terkait.

"Kita berharap, pemerintah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten setempat mencarikan solusi terbaik, guna kelancaran usaha tani, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka," tandasnya.

"Upaya lain percepatan pembangunan Bendung Pitap berserta seluruh jaringan irigasi, guna pengairan persawahan," demikian Achmad Bisung.

Balangan sebuah kabupaten pemekaran dari Kabupaten HSU. April 2003, memiliki berbagai kekayaan sumber daya alam, antara lain batu bara, serta salah satu sentera perkebunan karet di Kalsel. 


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026