Menurut Ketua Tim Koordinasi Peningkatan Mutu Siswa (TKPMS) Kabupaten Balangan, Husin di Paringin, ibu kota Balangan, Senin, hal tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan survey dan pendataan siswa usai pelaksanaan Ujian Nasional (UN).
"Dari hasil survey itulah diperoleh data yang cukup mengejutkan dimana terdapat 32 orang pelajar putus sekolah atau memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan," ujarnya.
Berdasarkan pendataan yang telah dilakukan, alasan yang dikemukakan oleh para pelajar tersebut sehingga memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan adalah untuk bekerja dan menikah.
Ia mengatakan, 32 orang pelajar yang telah terdata tidak lagi melanjutkan pendidikan tersebut semuanya merupakan siswa setingkat Sekolah Dasar (SD) dimana mereka hanya bersekolah hingga pelaksanaan UN saja.
"Atas temuan tersebut kami sebagai lembaga yang ikut bertanggung jawab terhadap dunia pendidikan Balangan akan segera melakukan rapat koordinasi dengan istansi terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan setempat," katanya.
Selain dengan Dinas Pendidikan setempat, rapat koordinasi juga akan dilakukan dengan Komisi I DPRD Balangan yang membidangi masalah pendidikan untuk mengevaluasi kondisi tersebut.
Ia menambahkan, hasil rapat koordinasi yang akan dilakukan nantinya diharapkan dapat menemukan pokok permasalahan untuk kemudian mencari solusi terbaik.
"Pemerintah daerah setempat telah memberlakukan pendidikan gratis dari tingkat pendidikan dini hingga tingkat atas sehingga masalah tidak adanya biaya untuk sekolah maka hal itu bukan alasan," tambahnya.
Hingga saat ini diperkirakan penyebab hal tersebut bisa terjadi salah satunya adalah kurangnya pengetahuan orang tua siswa akan informasi dan wawasan terhadap kebijakan pemerintah terkait sekolah gratis.
Selain itu, pola pikir dan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pendidikan dimana masih adanya anggapan bahwa sekolah itu cukup sebatas pengetahuan baca dan tulis ikut berperan.
32 orang pelajar tingkat SD yang terdata tidak lagi melanjutkan pendidikan itu sendiri tersebar di tiga kecamatan, masing-masing Kecamatan Paringin, Paringin Selatan dan Halong.C
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.