Seorang pemerhati yang juga guru besar Universitas Palangkaraya (Unpar), Prof Dr H M Norsanie Darlan, MSPH menilai perlunya hukuman mati bagi pelaku koruptor dan pengedar narkoba untuk memberikan efek jera.


"Hukuman terhadap pelaku koruptor dan pengedar Nnrkoba dihukum mati adalah sebuah `hadiah` yang sangat tepat diberikan. Karena selama ini, koruptor seperti tidak pernah ada jeranya," katanya melalui surat elektronik yang disampaikan kepada ANTARA Banjarmasin, Selasa.

Demikian juga pengedar narkoba semakin hari semakin meraja lela di tanah air. Bukankah seorang yang divonis sebagai koruptor adalah orang yang mencuri duit rakyat.

Menurut Guru Besar Pendidikan Luar Sekolah Universitas Palangka Raya tersebut kelakuan koruptor keterlaluan, karena ia mendapatkan tugas untuk mengelola keuangan rakyat, tapi uang rakyatnya diambil dengan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Dana rakyat diambil begitu saja tanpa dijalankan sesuai rencana penggunaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sementara pengedar narkoba yang ternyata merusak generasi penerus bangsa, namun hukuman mati tidak perlu diberikan kepada mereka yang hanya sebagai kurir yang diberikan hukuman mati, adalah orang yang sebagai cukong narkoba.

Selama ini dengan hukuman yang dikenakan, baik yang sebagai koruptor maupun cukong narkoba, tidak jera dengan dijatuhkan hukuman hanya 5, 10, dan 15 tahun, sepertinya tidak memberikan efek jera terhadap mereka yang menjadi pelakunya.

Oleh sebab itu, hukuman mati adalah yang paling mendidik supaya para koruptor, cukong narkoba berpikir berkali-kali untuk bertindak dalam perbuatan yang merusak nama baik dirinya dan keluarganya.

"Sampai saat ini, Undang-Undang di negeri kita belum menemukan hukuman yang efektif terhadap perbuatan haram itu. Apa lagi pemerintah kita dalam hari-hari besar kenegaraan memberikan remisi kepada mereka, padahal ada yang baru beberapa waktu di lembaga pemasyarakatan," tuturnya.

Seharusnya para koruptor dan pengedar narkoba ini, jangan sekali-kali mendapatkan remisi. Kalau diberikan remisi, calon-calon koruptor dan cukong narkoba makin tambah merajalela di negeri ini./D.


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026