"DAK pendidikan 2010 yang tidak terserap sebesar Rp20 miliar dari total DAK yang diterima sebesar Rp36 miliar atau hanya terserap Rp16 miliar," ujarnya kepada wartawan di Martapura, Jumat.
Menurut dia, DAK Pendidikan yang terserap sebesar Rp16 miliar itu digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan berupa pengadaan buku sekolah dasar (SD).
Selain itu, dananya juga digunakan untuk pembelian buku-buku sekolah menengah pertama (SMP) termasuk pengadaan peralatan teknologi dan media alat peraga bagi pelajar tingkat SMP.
"Dana yang terserap hanya bisa digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan berupa pengadaan buku-buku dan alat peraga. Sedangkan kegiatan fisik tidak bisa dilaksanakan," ungkapnya.
Ia mengatakan, persentase pembiayaan DAK Pendidikan selama 2010 sebanyak 70 persen untuk membiayai kegiatan fisik, sisanya 30 persen untuk peningkatan mutu pendidikan.
Dia menjelaskan, baru menerima petunjuk teknis yang mengatur pelaksanaan kegiatan fisik pada bulan September 2010, sehingga rentang waktu itu tidak bisa digunakan untuk melakukan pelelangan umum.
Sesuai ketentuan pemerintah pusat, kegiatan fisik direalisasikan melalui proses pelelangan umum sehingga waktu yang digunakan relatif lama dibanding kegiatan yang bersifat pemilihan atau penunjukan langsung.
"Rentang waktu yang tersisa tidak cukup untuk melaksanakan kegiatan fisik sehingga diputuskan pelaksanaan kegiatan fisik dibatalkan pelaksanaannya hingga akhir 2010," ujarnya.
Menurut dia, meski pun dana DAK tidak terserap seluruhnya hingga akhir 2010, namun dana bantuan pemerintah pusat itu tidak akan hangus tetapi dilanjutkan penggunaannya pada 2011.
"Dananya tidak hangus tetapi dilanjutkan penggunaannya pada 2011 dengan sasaran kegiatan fisik sekolah yang sudah diprioritaskan menerima bantuan tersebut," katanya.(Rzl/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.