Pihak Polresta Banjarmasin sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor) terhadap kebakaran satu unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Banjarmasin.

Kepala Kepolisian Resor Kota Banjarmasin, Kombes Pol Suharyono SH Sik di Banjarmasin, Rabu membenarkan hingga saat ini hasil dari Labfor kebakaran PLTD Sektor Barito Banjarmasin belum diterima.

Kemungkinan hasil tersebut akan segeranya diterima oleh pihak penyidik karena sudah cukup lama pemeriksaan tersebut dilakukan oleh pihak tim Labfor Mabes Polri Surabaya.

Nantinya akan disurati apakah hasil penyidikan terhadap kebakaran PLTD Sektor Barito itu sudah selesai apa belum pemeriksaannya di Labfor tersebut.

"Memang sudah cukup lama pemeriksaan dilakukan oleh pihak tim labfor Surabaya, semoga saja dalam waktu dekat ini hasil pemeriksaan tim labfor sudah kita terima," terangnya kepada ANTARA.

Suharyono terus mengatakan, kalau secara lisan diperkirakan penyebab kebakaran PLTD karena adanya arus pendek yang mengakibatkan konsleting listrik.

Dengan adanya hal itu, bisa terlihat adanya kosleting listri dari sebuah gesekan disekitar mesing PLTD yang terbakar beberapa waktu lalu dibagian gudang mesin belakang.

Namun untuk menunggu pastinya penyebab kebakaran satu unit mesin PLTD Sektor Barito Banjarmasin karena apa, maka harus menunggu hasil pemeriksaan dari pihak tim labfor Surabaya.

"Kita tunggu saja, hasil dari tim labfor yang melakukan pemeriksaan terhadap kebakaran itu, nanti hasilnya apabila datang akan kita beritahukan, apakah dibakar atau memang ada penyebab lainnya," tutur orang nomor satu dijajaran kepolisian Banjarmasin.

PLTD Sektor Barito Banjarmasin yang terbakar beberapa waktu lalu itu merupakan objek vital sehingga ditangani oleh Polresta Banjarmasin, dan penyelidikannya pun perlu mendatangkan tim labfor Mabes Polri Surabaya, demikian Suharyono.

Untuk diketahui, peristiwa terbakarnya satu unit mesin PLTD Sektor Barito Banjarmasin itu terjadi pada Sabtu (1/9) pagi sekitar pukul 6.30 wita yang berdekatan dengan pemukiman penduduk dijalan Ir PH M Noor Banjarmasin. C


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026