Pernyataan itu di sela-sela Bimbingan Teknis Sistem Aplikasi bagi kader/saksi Golkar Kalsel saat pencoblosan Pemilu mendatang di Sekretariat partai politik (Parpol) tingkat provinsi tersebut di Banjarmasin, Jumat sore.
"Optimistis tersebut berdasarkan hasil kerja keras semua pengurus bersama kader Partai Golkar di Kalsel di bawah kepemimpinan yang ada sekarang," tuturnya didampingi Wakil Ketua Pemenangan Pemilu parpol itu, Anang Rosadi Adenansi.
"Selain itu, dari hasil koordinasi semua jajaran Partai Golkar yang cukup baik hingga tingkat pedesaan," lanjut Wendy yang menjadi narasumber pada Bimbingan Teknis Sistem Aplikasi tersebut.
Sebagaimana hasil Pemilu 2009, perolehan Partai Golkar untuk keanggotaan DPR RI dua orang, kemudian 2014 menjadi tiga orang dari 11 jatah provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota itu.
Begitu pula untuk keanggotaan DPRD Kalsel yang berjumlah 55 orang itu, Partai Golkar pada Pemilu 2009 berhasil meraih 11 meningkat menjadi 13 dari hasil Pemilu 2014.
Oleh karenanya sejak Pemilu legislatif pertama di Indonesia 1971 hingga 2014, Partai Golkar tetap mendapat hak menduduki jabatan Ketua DPRD Kalsel.
Sementara hasil Pemilu 2014 dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel itu, tujuh di antaranya jabatan Ketua DPRD tersebut oleh Partai Golkar, yaitu Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru.
Kemudian Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Tabalong.
Kecuali untuk Ketua DPRD Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan Tanah Bumbu (Tanbu) oleh PDI-P, Kotabaru - NasDem, Hulu Sungai Selatan (HSS) - PKS dan Kabupaten Balangan oleh PPP.
Pewarta: SukarliEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.