Sebanyak 13 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan terancam banjir akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda provinsi itu selama Januari hingga Maret 2011.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan Zainal Ariffin di Banjarmasin, Rabu (12/1), mengatakan, intensitas hujan 2011 diperkirakan lebih tinggi dibanding 2010.

Tingginya intensitas hujan tersebut, kata dia, akan mengancam seluruh wilayah Kalsel bahkan Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, yang selama ini tidak pernah banjir.

"Kalau dulu hanya sembilan daerah yang terancam banjir, namun pada 2011 diprediksi seluruh daerah di Kalsel akan banjir," katanya.

Dari 13 kabupaten dan kota tersebut, ada sembilan yang harus melakukan kewaspadaan lebih tinggi dibanding daerah lainnya.

Sembilan kabupaten yang berpotensi dilanda banjir besar antara lain Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang merupakan wilayah paling bawah di Banua Enam.

Selanjutnya Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Tapin.

Selain itu, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru. Khususnya Kabupaten Banjar kata dia, juga harus diwaspadai banjir dari daerah Riam Kiwa dan Riam Kanan.

"Dari sembilan daerah tersebut, Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Banjar diprediksi  mendapatkan luapan banjir yang jauh lebih besar sehingga warga harus selalu waspada," katanya.

Selain itu, kata dia, angin ribut disertai petir juga berpotensi besar terjadi di beberapa daerah di Kalsel terutama untuk daerah pesisir.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Zainal mengimbau masyarakat waspada terhadap hujan deras disertai petir.

"Pada saat itu sebaiknya masyarakat tidak keluar rumah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.(B*C)


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026