Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan siap merekomendasikan penutupan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum jika melakukan penyelewengan bahan bakar minyak.

"Kami siap merekomendasikan penutupan SPBU jika terbukti menyelewengkan BBM kepada pihak yang tidak berhak mendapatkannya," ujar Ketua DPRD Arie Sophian di aula Linggangan Intan DPRD Banjarbaru, Selasa.

Ia mengatakan hal itu di depan ratusan sopir truk yang menyampaikan aspirasi terkait sulitnya mendapatkan BBM terutama jenis solar di SPBU karena banyaknya oknum yang melakukan pelansiran bahan bakar tersebut.

Menurut Arie, ada tujuh SPBU yang beroperasi di Kota Banjarbaru dan jika BBM terutama jenis solar yang dijual tidak diselewengkan maka masyarakat dapat menikmatinya tanpa merasa kekurangan.

"Saya yakin, seandainya solar yang dijual di SPBU-SPBU itu tidak diselewengkan, maka kalian semua dapat mandi dengan solar tersebut karena ketersediaannya yang mencukupi," ungkap dia.

Dikatakan, pihaknya tidak ingin pernyataan tersebut dinilai sebagai kebohongan sehingga berjanji dalam waktu tiga hari mengirimkan surat ke Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas.

Dijelaskan, surat resmi yang ditujukan kepada organisasi membawahi SPBU itu berisi ketegasan DPRD secara kelembagaan yang siap merekomendasikan penutupan SPBU jika terbukti menyelewengkan penyaluran bahan bakar.

"Jika hanya lisan, mungkin bisa dinilai bohong, tetapi dalam jangka waktu tiga hari ke depan kami akan mengirimkan surat ke Hiswana Migas terkait ketegasan sikap dewan tersebut," ujar politisi Partai Golkar itu.

Ditambahkan, pihaknya menilai penyelewengan penyaluran BBM berawal di SPBU sehingga seluruh pihak yang berperan dalam perbuatan melanggar aturan itu harus ditindak lembaga yang berwenang melakukannya.

"Awal penyelewengan terjadi di SPBU karena pelansir tidak akan berani membeli BBM secara berlebihan jika tidak dilayani petugas atau pengelola SPBU bertindak tegas menolak pembelian BBM berlebihan," ujarnya.

Ia mengatakan lebih lanjut, pihaknya akan mengundang Hiswana Migas, pengelola SPBU dan kepolsian untuk mencari pemecahan masyarakat sehingga tidak lagi terjadi penyelewengan bahan bakar minyak itu.

Sementara itu, aksi unjuk rasa ratusan sopir truk menemui anggota DPRD diwarnai parkir massal sekitar 100 buah truk di lapangan Murjani yang terletak di depan gedung dewan setempat.

Usai berdialog, sopir truk melakukan sweeping ke SPBU dan beberapa tempat lain yang dicurigai menjadi tempat penimbunan BBM hingga menyandera tujuh buah kendaraan yang diduga dijadikan sarana melansir BBM.C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026