Sedangkan sebelumnya nilai impor Kalsel pada Juli 2012 sebesar US$172,98 juta atau turun 37,52 persen bila dibandingkan dengan Juni 2012 yang ketika itu mencapai US$276,87 juta, ungkap Kepala BPS provinsi setempat, Iskandar Zulkarnain, Senin.
Begitu pula jika dibandingkan dengan nilai impor Agustus 2011 yang ketika itu mencapai US$278,96 juta, maka Agustus 2012 turun sebesar 7,98 persen, lanjutnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel Jalan KS Tubun Banjarmasin.
Namun secara kumulatif nilai impor Kalsel Januari � Agustus 2012 sebesar US$2,24 miliar atau naik 6,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011 yang hanya mencapai US$2,11 miliar.
Komoditi utama impor terbesar Kalsel pada Agustus 2012 berdasar kode Harmonized System (HS) 2 dijit terdiri dari kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$201,29 juta.
Kemudian kelompok kendaraan dan bagiannya (HS 87) dengan nilai US$27,43 juta dan kelompok kapal laut (HS 89) dengan nilai US$10,87 juta.
Negara pemasok impor Kalsel terbesar dalam dua bulan terakhir (Juli dan Agustus 2012) cukup bervariasi, dalam pengertian tidak sama, yaitu ada di bulan Juli, namun tak terdapat lagi pada bulan berikut.
Begitu pula peringkat terbesar nilai impor Kalsel dalam dua bulan terakhir (Juli & Agustus 2012) negara pemasok tidak selalu tetap, tapi silih berganti.
Sebagai contoh negara pemasok produk impor Kalsel Agustus 2012 terbesar dari Korea Selatan dengan nilai US$78,05 juta, Singapore dengan nilai US$57,06 juta dan Malaysia dengan nilai US$46,73 juta.
Sebelumnya Juli 2012 negara pemasok produk impor Kalsel terbesar dari Singapore dengan nilai US$59,17 juta, Korea Selatan dengan nilai US$36,91 juta dan India dengan nilai US$23,93 juta. C
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.