Serangan kabut asap di Kalimantan Selatan dalam beberapa minggu terakhir makin parah dan mengganggu arus transportasi darat, laut maupun udara.
Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin di Banjarbaru, Selasa mengatakan, pada Rabu (3/10) Badan Penanggulangan Bencana Daerah akan melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk membahas masalah serangan kabut asap tersebut.
"Kami akan dengar dulu bagaimana hasilnya, apakah perlu hujan buatan atau upaya lainnya, harus kita tunggu hasil analisis dari berbagai pihak dan hasil rapat nasional besok," katanya.
Pernyataan Gubernur tersebut menjawab pertanyaan tentang adanya kemungkinan upaya melaksanakan hujan buatan untuk mengantisipasi kabut asap yang terjadi hampir sepanjang hari, mulai pagi hingga malam.
Menurut dia, upaya melaksanakan hujan buatan perlu dikaji lebih mendalam, karena tidak menutup kemungkinan serangan kabut asap di Kalsel saat ini merupakan kabut asap kiriman dari daerah lain.
Kalau kabut asap kiriman, kata dia, maka penyelesaian dengan hujan buatan tidak akan terlalu efektif, karena hujan buatan dilakukan untuk upaya pemadaman kebakaran hutan maupun lahan.
Upaya yang dilakukan dalam waktu dekat, adalah dengan menyelenggarakan sholat istisqok atau sholat meminta hujan yang bakal dilaksanakan secara bersama-sama dengan masyarakat dan berbagai pihak lainnya.
Menurut dia, saat ini kondisi kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap sudah sedemikian parah.
Jumlah sebaran kabut asap sudah mencapai 611 titik, dimana wilayah terparah dilanda kabut asap antara lain Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Barito Kuala juga Kota Banjarmasin.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Rosihan Adhani mengatakan serangan kabut asap mulai mengganggu kesehatan masyarakat. Terjadi peningkatan serangan ISPA hingga 59 persen, dengan jumlah penderita ISPA setiap bulannya sebanyak 22.000 orang.
Mengatasi hal tersebit, kata dia, sedikitnya, sudah 10.000 masker di bagikan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, M Tahkim, mengatakan serangan kabut asap telah menyebabkan terganggunya jadwal penerbangan di bandara Syamsuddin Noor dan trans kalimantan dalam sepekan terakhir.
"Saat ini jadwal penerbangan selalu tertunda saat pagi akibat kabut asap," katanya.
Serangan kabut asap, tidak hanya menyebabkan terkendalanya arus transportasi, tetapi juga membuat warga merasa sesak napa dan penglihatan terasa pedih saat berada di luar rumah.
Beberapa warga juga mengaku cepat lelah, setelah beberapa saat melakukan aktivitas di luar rumah, karna udara yang terasa pengap dan panas menyengat, kendati cuaca seakan mendung/D.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.