Tanjung, (Antaranews Kalsel) - Upaya mendorong bertumbuhnya industri kreatif di Kabupaten Tabalong, guna menyiapkan kemandirian ekonomi masyarakat menghadapi persaingan terbuka, terus dilakukan.

Melalui tanggungjawab sosialnya PT Adaro Indonesia turut memfasilitasi pelatihan wirausaha bagi pelaku UMKM di 'Bumi Saraba Kawa' ini.

"Selama dua hari 60 pelaku UMKM kita ikutkan pelatihan wirausaha di BLK untuk meningkatkan kemampuan usahanya," jelas penanggungjawab kegiatan dari bidang CSR Herman Baihaki.

Herman menyampaikan ide kegiatan berawal dari gebyar Bina Desa, salah satu program CSR Adaro, saat pelaksanaan MTQ Nasional wilayah Kalsel di Tabalong.

Lantas, musyawarah desa binaan, menyodorkan inisiatif kegiatan pelatihan UMKM bagi pemula agar UMKM bisa terus tumbuh, terutama di desa sebagai alternatif pilihan kerja.

Pada hari pertama pelaksanaan, peserta diajak untuk melakukan simulasi usaha melalui bisnis model canvas.

Simulasi tersebut mengajak peserta untuk melihat nilai lebih usahanya lebih murah, lebih cepat, atau lebih berkualitas.

Menurut peserta asal Desa Masingai Kecamatan Jaro, Sri Utami pelatihan ini memberi banyak pengetahuan, terutama tentang pemasaran serta cara mengemas produk agar mampu menarik pembeli.

Sri bersama anggota kelompoknya yang telah menjalankan usaha pengolahan keripik dalam 3 bulan terakhir mengatakan, pemasaran yang dilakukan selama ini masih berlangsung diseputaran desa.

"Kecuali jika ada even besar di Tabalong, baru kami ke luar," ujarnya.

Namun, usai mengikuti pelatihan Sri dengan mantap menyatakan ia dan anggota kelompoknya berupaya melebarkan pemasaran agar pemasukan juga bisa lebih maksimal.

Sementara itu, Kabid Yankes dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Tabalong, Ahmad Baihaki, yang menjadi pemateri pada hari kedua menyampaikan pemerintah terus menyosialisasikan keamanan produk terutama makanan.

Pelatihan semacam ini, lanjut Baihaki, merupakan langkah awal yang baik bagi pelaku UMKM terutama produk makanan untuk bisa berproses ke tahap selanjutnya. 

Pada peserta, Baihaki berpesan, produk tentunya bukan sekadar nyaman, namun bagaimana menjaganya agar aman dikonsumsi, karena dengan demikian, nilai jual bisa lebih tinggi.

"Segera daftarkan usaha ke Dinas Kesehatan untuk mendapat registrasi PIRT dan menjaga kualitas produk yang dihasilkan," pungkasnya.

Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Gunawan Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2026