Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mengungkapkan, Nilai Tukar Petani (NTP) di provinsi itu pada September 2012 kembali naik, setelah dua bulan sebelumnya mengalami penurunan.

NTP Kalsel pada September 2012 tercatat 107,57 atau naik 0,25 persen dibandingkan Agustus 2012 yang ketika itu mencapai 107,30, ungkap Kepala BPS provinsi tersebut Iskandar Zulkarnain, di Banjarmasin, Senin.

Sedangkan Agustus 2012, NTP Kalsel mengalami penurunan 0,37 persen dibandingkan Juli 2012 yang ketika itu tercatat 107,67, dan Juli 2012 turun 0,10 persen dibandingkan Juni 2012 yang mencapai 107,78.

Naiknya NTP Kalsel pada September 2012 tersebut disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,50 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan 0,25 persen.

Dilihat dari subsektornya, tiga subsekor pertanian mengalami kenaikan NTP dan dua subsektor turun, ungkapnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin.

Subsektor pertanian yang mengalami kenaikan itu, subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,26 persen, tanaman perkebunan rakyat 1,30 persen dan subsektor peternakan naik sebesar 0,22 persen.

Sementara yang mengalami penurunan, subsektor hortikultura turun sebesar 0,07 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,55 persen, lanjutnya di hadapan sejumlah wartawan ibu kota Kalsel tersebut.

Selain itu, naiknya indeks harga Konsumsi Rumah Tangga pedesaan 0,26 persen menunjukan terjadinya Inflasi di pedesaan akibat naiknya indeks pada subkelompok Bahan Makanan sebesar 0,44 persen, Perumahan 0,04 persen, Sandang 0,56 persen, dan Kesehatan 0,41 persen.

Sementara itu, subkelompok Makanan Jadi turun sebesar 0,21 persen, subkelompok transportasi dan komunikasi turun sebesar 0,20 persen.

Pada September 2012, Provinsi Sulawesi Utara mengalami kenaikan NTP tertinggi sebesar 0,75 persen, sebaliknya Provinsi Jambi mengalami penurunan NTP tertinggi sebesar 0,84 persen. C


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026