Enam negara menghadiri "workshop" tentang peningkatan produksi lahan rawa untuk membantu menopang ketahanan pangan nasional yang diselenggarakan Kementerian Pertanian di Banjarmasin, Kamis.

Peneliti Balittra Banjarbaru yang ketua panitia "workshop" Dr Mukhlis di Banjarmasin mengatakan, pertemuan dengan tema "International Workshop on sustainable management of lowland for rice production" yang dibuka Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan tersebut juga melibatkan seluruh dinas pertanian dan BPPT se Indonesia.

Selain itu, juga para peneliti dan para pakar rawa dari enam negara antara lain yaitu Afrika, Australia, Jepang, Belanda dan Vietnam.

"Kehadiran para pakar pengembangan rawa selain untuk melihat secara langsung kondisi rawa di Kalsel juga untuk berbagi ilmu dan pengalaman untuk pengembangan lahan rawa bagi pertanian nasional," katanya.

Workshop selama dua hari tersebut, rencananya juga bakal dilengkapi dengan peninjauan lapangan ke daerah Barito Kuala yang merupakan salah satu kabupaten di Kalsel yang sukses mengembangkan lahan rawa untuk peningkatan produksi pangan.

Menurut Mukhlis Kalsel merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi rawa cukup besar di Indonesia sehingga bisa dimanfaatkan menjadi salah satu wilayah penyangga pangan nasional, untuk membantu pencapaian target suplus beras 10 juta ton pada 2014.

Potensi yang masih cukup besar tersebut, kata dia, akan terus didorong untuk dikembangkan dan ditingkatkan bukan hanya dengan menambah luas areal tanam, tetapi juga program peningkatan produksi dan tanam dari sebelumnya satu kali setahun menjadi dua kali.

Selain itu, kata dia, selama ini Kalsel juga telah menunjukkan keberhasilannya dalam mengelola rawa baik untuk pertanian dan perkebunan sekaligus, seperti tanaman jeruk dengan padi atau padi dengan perikanan.

Pola tersebut, cukup berhasil diterapkan dan terbukti mampu meningkatkan pendapatan petani terutama di daerah Barito Kuala dimana beberapa kelompok tani telah berhasil mengembangkan sistem tersebut.

Potensi lahan pertanian rawa di Kalsel antara lain di Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Tapin.

Menurut dia, potensi lahan rawa secara nasional mencapai 33 juta hektare, dan baru termanfaatkan sekitar 10 persen, sehingga diharapkan dalam "workshop" akan diperolah upaya untuk mendorong peningkatan produksi pangan melalui lahan rawa yang didorong oleh dana APNN dan APBD yang cukup memadai. 


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026