Bansos saat ini diberikan berdasarkan komponen yang dimiliki KPM sehingga jumlah bantuan berbeda-beda. Hanya saja bantuan berdasarkan komponen maksimum diberikan hanya empat orang dalam setiap keluarga,Marabahan, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatam, kembali menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Tabunganen, Sabtu (16/2).
“Para KPM hendaknya bersyukur telah mendapatkan bansos ini. Banyak manfaat dari bantuan, lebih-lebih semakin tahun nilainya terus bertambah dan sasarannya juga sesuai yang membutuhkan,” kata Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, di sela penyerahan Bansos PKH
secara simbolis di Gedung Serba Guna Tabunganen.
Dihadapan ribuan warga dan para pimpinan SKPD, Sekretaris Dinsos Batola Masradin, Camat Tabunganen Khairani, para anggota forkopimcam, Koordinator PKH Wilayah I Kalsel Lutfi Andi Rahman dan Kordinator PKH Kabupaten Batola M Faisal Ansyari, dan undangan lainnya, Noormiliyani mengatakan, nilai Bansos PKH di Tabunganen berjumlah Rp1.122.150.000 untuk 912 KPM yang tersebar di 14 desa.
Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini menjelaskan, penyaluran Bansos PKH kali ini terjadi perubahan.
Jika sebelumnya,sebit dia, bantuan diberikan sama setiap KPM reguler Rp1.890.000 per tahun setiap tiga bulan dan untuk KPM yang memiliki komponen lansia atau disabilitas berat diberi bantuan Rp2 juta per tahun yang diterima setiap tiga bulan.
"Bansos saat ini diberikan berdasarkan komponen yang dimiliki KPM sehingga jumlah bantuan berbeda-beda. Hanya saja bantuan berdasarkan komponen maksimum diberikan hanya empat orang dalam setiap keluarga,"ucapnya.
Selain bansos PKH yang mengacu pada jumlah, sebut dia, komponen ada pula bantuan PKH tetap di luar komponen bagi setiap KPM masing-masing Rp550 ribu per tahun.
Noormiliyani juga mengatakan, kartu PKH biasanya terintegrasi dengan berbagai bantuan lainnya seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), subsidi gas, subsidi rumah dan lainnya.
Agar penyaluran segala bentuk bantuan lebih tepat sasaran, Noormiliyani mengharapkan para kades atau camat untuk melakukan pemutakhiran data setiap tahun.
Mengingat, jelas dia, tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan data seperti ada yang sudah mandiri atau terdapat yang belum terdata.
Terpisah, Koordinator PKH Wilayah I Kalsel Lutfi Andi Rahman mengharapkan, para KPM setelah menerima bansos agar mengingat segala kewajiban yang harus dilaksanakan seperti menyekolahkan anak, memeriksakan anak ke posyandu, mengikuti kegiatan pertemuan kelompok, mengikuti kegiatan WDS yang memberikan pengetahuan tentang pendidikan anak, ekonomi, kesehatan dan gizi, perlindungan anak, dan lainnya.
Dia juga minta, para KPM aktif mengikuti semua kegiatan dan pertemuan mengingat bantuan yang diberikan sudah tergolong besar.
Diutarakannya, para anggota KPM juga disarankan tidak berhenti menyekolahkan anak karena sudah banyak anak penerima bansos yang lulus di perguruan tinggi terkemuka baik di Kalsel bahkan luar Kalsel.
Sementara, Sekretaris Dinsos Batola Masradin mengatakan, banyak manfaat dari keberadaan bansos PKH, diantaranya bisa dipergunakan untuk biaya pemeriksaan kandungan bagi ibu hamil, pemeriksaan kesehatan, pemberian asupan gizi dan imunisasi anak balita, biaya anak pra sekolah, biaya sekolah dan perlengkapan sekolah SD, SLTP, SLTA, dan disabilitas berat.
Pewarta: AriantoEditor : Gunawan Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.