Jumlah kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua di wilayah Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan setiap tahunnya mengalami kenaikan 10 persen.
Akibat jumlah kendaraan terus bertambah sementara kapasitas jalan yang ada tidak mengalami perubahan sehingga selalu terjadi kemacetan di mana-mana, kata Kepala Dinas Perhubungan, Komonikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Banjarmasin H Rusdiansyah, Rabu.
Kemacetan di Banjarmasin bukan saja di jalan negara atau jalan provinsi tetapi juga jalan-jalan kota bahkan jalan lingkungan, khususnya pada jam-jam sibuk.
Jumlah kendaraan bermotor yang ada di Banjarmasin saat ini sekitar 250 ribu unit untuk jenis roda dua, sedangkan roda empat sudah mencapai kurang lebih 50 ribu unit.
"Bisa dibayangkan betapa sesaknya sudah kota yang hanya luasnya sekitar 79 kilometer persegi,"tuturnya kepada wartawan di balaikota Banjarmasin.
Menurutnya, salah satu langkah untuk mengatasi kemacetan ini memang harus memperlebar jalanan, atau menghentikan peningkatan jumlah kendaraan atau pembatasan kepemilikannya dan itu relatif agak sulit.
"Kalau melarang orang beli kendaraankan tak mungkin, satu-satunya solusi mungkin pelebaran jalan saja lagi," paparnya.
Kabid Manajemen dan Opsdal Dishubkominfo Kota Banjarmasin H Saukani R Ruslan menambahkan bahwa titik kemacetan lalu lintas di Banjarmasin terdapat di 26 titik.
Diantaranya, kata Saukani, di jalan A Yani tertuju di KM 2, depan Duta Mall, KM 3,5 Simpang Empat Gatot Subroto, dan KM 6.
Selain itu juga ada di beberapa titik di Jalan Sutoyo S, jalan Sultan Adam, jalan Veteran dekat pasar Kuripan, S Parman dekat RS Islam, Jalan Pasar Lama depan pasar, jalan Sulawisi terus kemesjid Jami, Ujung Murung, Kamboja, dan jalan Pangeran Samudra.
Dikatakannya, tingkat kemacetan cukup parah itu biasanya terjadi di jalan A Yani, Sutoyo S saat jam sibuk, ditambah lagi hilir mudik truk berbadan besar ke dan dari pelabuhan Trisakti.
"Di sini tingkatannya sudah E, belum tingkatan F yang artinya macet sama sekali," ujarnya.
Dia mengatakan, kemacetan ini juga disebabkan karena adanya rintangan samping jalan, seperti Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar, selain volume kendaraan yang terus meningkat.
 Saukani menyebutkan, bahwa pihaknya saat ini akan kembali melakukan evaluasi, yakni, terkait titik kemacetan, vulume kendaraan, dan mengecek kembali keakuratan fungsi lampu merah/D/D
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.