Menteri Pekerjaan Umum (Men PU) Joko Kirmanto mendukung inisiatif mengembangkan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) regional metropolitan "Banjar Bakula."

Banjar Bakula singkatan dari Banjarmasin, Banjar Baru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut, kata Joko Kirmanto saat menghadiri penandatangan MoU penanganan air minum bagi beberapa daerah di Kalsel, di Banjarmasin, Senin.

Menurut Joko Kirmanto yang didampingi Dirjen Cipta Karya, Budi Yowono, untuk pemenuhan kebutuhan air minum diperlukan jaminan

ketersediaan air baku dengan kuantitas dan kualitas yang memadai.

Pemerintah pusat, propinsi, maupun pemerintah kota dan kabupaten sesuai dengan kewenangannya berkewajiban melakukan hal tersebut melalui langkah operasional yang meliputi perlindungan daerah tangkapan air, manajemen terpadu daerah aliran sungai, serta mengendalikan pencemaran air.

Penertiban izin penggunaan air serta upaya antisipasi penyediaan sumber air baku untuk masa yang akan datang, tambahnya.

Dengan keterbatasan air baku yang tersedia di masing-masing Kabupaten dan kota maka pemerintah pusat sangat mendukung adanya inisiatif untuk mengembangkan SPAM regional Metropolitan Banjar Bakula.

Semua itu untuk menjawab pemenuhan kebutuhan air minum yang lebih merata dengan pemanfaatan bersama sumber air baku di wilayah ini.

"Untuk itu, kami mengapresiasi atas penandatanganan MoU pengembangan SPAM Regional Metropolitan Banjar Bakula yang akan dilaksanakan pada hari ini (Senin 24/9)," kata Joko Kirmanto.

Selanjutnya ia berharap agar Pemerintah provinsi berperan aktif dalam mengkoordinasikan dan memberikan kontribusi APBD untuk mewujudkan SPAM regional dimaksud.

Dengan telah terpenuhinya kebutuhan air minum, maka perlu diikuti dengan peningkatan pelayanan sanitasi yang layak berkelanjutan serta mampu melindungi masyarakat dan lingkungannya dari dampak pencemaran. Untuk memenuhi pelayanan sanitasi yang layak tersebut, Pemerintah Pusat membangun IPAL Terpusat Kawasan Basirih dan IPAL Terpusat Kawasan Tata Benua, Tanjung Pagar untuk mengurangi pencemaran air di sekitar kawasan tersebut sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.

Pemerintah pusat juga berupaya untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam bidang sanitasi melalui program Sanimas (Sanitasi Berbasis Masyarakat) untuk penanganan sanitasi yang bersifat komunal.

Di sisi lain, timbunan sampah, terutama di perkotaan, terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk yang memerlukan penanganan secara serius.

Saat ini rata-rata cakupan pelayanan pengumpulan sampah masih rendah, baru sekitar 50 persen dan sistem pengelolaan di tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah masih belum berwawasan lingkungan, masih perlu terus dibenahi.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah membangun TPS 3R Sungai Andai di Banjarmasin sebagai salah satu langkah pengelolaan sampah secara terpadu.

"Saya harapkan prasarana dan sarana sanitasi yang sudah dibangun tersebut dapat dioperasikan dan dimanfaatkan secara optimal."katanya.

"Saya mengucapkan selamat kepada Pemerintah Kota Banjarmasin yang meraih Pemenang I PKPD PU tahun 2011 Kategori Kota Besar Bidang Pekerjaan Umum, Sub Bidang Cipta Karya."katanya.

Atas prestasi tersebut dalam kesempatan ini, diserahkan 1 (satu) unit Excavator sebagai bantuan pemerintah untuk meningkatkan kinerja operasional TPA Basirih, dan sekaligus untuk memotivasi pemerintah Kota Banjarmasin supaya lebih berprestasi lagi, katanya.

"Sebagai apresiasi upaya peningkatan kualitas lingkungan permukiman Banjarmasin dan Kabupaten kota lainnya di Kalsel, Saya bersama para pejabat terkait pemerintah pusat hadir saat ini harapannya terjalin kerjasama yang sinergis antara seluruh stakeholder upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman, " Katanya.

Selain itu Men PU juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Kab) Balangan, Pemerintah Kab Hulu Sungai Utara, Pemerintah Kab Hulu Sungai Tengah dan Pemerintah Kab Tapin atas kerjasama yang baik selama ini untuk pemanfaatan SPAM IKK yang telah dibangun.

Dalam kesempatan yang baik ini pula, secara simbolis diserahkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM)-PNPM Mandiri Perkotaan Tahun 2012 Kepada BKM se Kota Banjarmasin.

"Saya harapkan agar bantuan ini dapat dipergunakan sebagai mana mestinya untuk kelancaran pelayanan kepada masyarakat,"katanya.C


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026