Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan meminta kepada manajemen PT PLN untuk tidak melakukan pemadaman aliran listrik di lingkungan asrama selama pemberangkatan dan pemulangan haji.

"Kami mengharapkan tidak ada pemadaman aliran listrik di lingkungan asrama haji karena sangat mengganggu proses yang dijalankan," ujar Sekretaris PPIH Embarkasi Banjarmasin Syukeriansyah di Banjarbaru, Senin.

Ia mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat resmi kepada manajemen PT PLN wilayah Kalselteng terkait permintaan agar tidak ada pemadaman di asrama haji yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Km 8 Banjarbaru.

Menurut dia, permintaan itu sudah direspon PLN yang menyiapkan satu unit gardu bergerak yang dioperasikan dua hari sebelum pemberangkatan jamaah calon haji dan langsung disambungkan ke aliran listrik asrama haji.

"Dua hari sebelum pemberangkatan atau Minggu (23/9) sudah ada satu unit gardu bergerak yang ditempatkan di depan halaman asrama haji dan listriknya langsung disambungkan ke jaringan asrama," ungkapnya.

Dijelaskan, aliran listrik di lingkungan asrama harus tetap terjaga sehingga tidak mengganggu prosedur dan tahapan yang dilakukan PPIH setempat dalam menyiapkan pemberangkatan maupun pemulangan jamaah haji.

Disebutkan, proses terpenting yang memerlukan aliran listrik seperti jaringan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang harus selalu menyala karena digunakan untuk menerima dan mengirimkan data haji.

Selain itu, penggunaan X-Ray yang berfungsi memindai barang bawaan setiap jamaah sebelum masuk ke pesawat hingga penggunaan listrik sehari-hari bagi jamaah yang menempati kamar-kamar di lingkungan asrama haji.

"Jadi, aliran listrik sangat diperlukan untuk mendukung berbagai proses dan kegiatan yang dijalankan di lingkungan asrama sehingga diharapkan tidak ada pemadaman listrik," harapnya.

Wakabid Dokumen PPIH Embarkasi Banjarmasin Nofirman menambahkan, jaringan Siskohat harus selalu menyala karena fungsinya vital untuk melaporkan setiap perkembangan selama proses pemberangkatan maupun pemulangan.

"Jaringannya bersifat online ke Kementerian Agama, Siskohat Pusat dan Kanwil Depag Kalsel sehingga aliran listrik harus selalu menyala agar setiap informasi maupun perkembangan jamaah bisa terpantau," jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya selalu memasukkan data terkini tentang jamaah haji mulai dari identitas dan data pendukung lainnya termasuk waktu pesawat mulai terbang meninggalkan bandara menuju Jeddah.

"Laporan terkini identitas dan data jamaah termasuk waktu pesawat meninggalkan landasan pacu itu, penting sehingga panitia di Arab Saudi bisa memantau jamaah yang diberangkatkan, juga sebaliknya," kata dia.

Pemberangkatan jamaah calon haji Embarkasi Banjarmasin yang jumlahnya sebanyak 5.051 orang dilakukan sejak Selasa (25/9) dan pemulangan kelompok terbang terakhir tanggal 5 November 2012.C


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026