Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Ina di Barabai, Jumat mengatakan, tenaga perawat asal Hulu Sungai Tengah khususnya dan Kalsel umumnya, kini terbuka lebar untuk bisa bekerja di Jepang.
Hal tersebut, kata dia, karena pemerintah provinsi dan kabupaten di Kalsel telah melakukan kerjasama untuk pengiriman perawat ke Jepang untuk memenuhi kebutuhan perawat di negara tersebut.
Menurut dia, era perdagangan bebas seperti saat ini sangat memungkinkan masuknya tenaga perawat asing ke Indonesia, dan sebaliknya, oleh karena itu tenaga perawat daerah mesti senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku.
"Sampai sekarang masih sangat terbuka luas kesempatan bagi tenaga perawat dari latar belakang S1 atau D3 untuk menjadi tenaga perawat ke luar negeri seperti Jepang, setelah lulus seleksi serta pembekalan agar sesuai dengan kebutuhan Jepang," katanya.
Sampai saat ini, tambah Ina pengiriman tenaga profesional perawat ke Jepang sudah dilakukan, dan kini terdapat enam tenaga perawat yang mengikuti pelatihan serta sudah ada 23 tenaga perawat lainnya yang mendaftarkan diri untuk menjadi tenaga perawat profesional di Negari Matahari Terbit tersebut.
Bupati HST H Harun Nurasid mengatakan, pihaknya akan terus mengembangkan sarana pendidikan perawat untuk memenuhi kebutuhan daerah dan bila memungkinkan bisa memenuhi kerjasama dengan pemerintah Jepang.
Pengembangan sarana pendidikan perawat melalui Akper Murakata tersebut dinilai cukup sukses, terbukti dengan telah diluluskannya sarjana Akper dalam beberapa kali angkatan, diantaranya wisuda Akper yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
"Saya ucapkan selama atas keberhasilan para wisudawan dan orang tua dalam menempuh pendidikan di Akper Murakata Barabai," katanya.
Menurut dia, lulusan Akper Murakata dinilai cukup sukses mengembangkan sumber daya manusia terbukti sejak didirikan tahun 2003 hingga sekarang dilaporkan hanya 6 orang yang belum bekerja dari 313 orang lulusannya.
"Prestasi ini hendaknya menjadi motivasi besar bagi Akper Murakata untuk terus meningkatkan kualitas pendidikannya sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja," katanya.
Selain itu, para lulusan dapat berkarya dan mengabdikan untuk kepentingan masyarakat mengingat saat ini HST masih kekurangan tenaga perawat dan bidan.
Direktur Akper Murakata H Amidan mengatakan jumlah lulusan Akper Ahli Madya tahun Akademik 2011/2012 berjumlah 60 orang dan telah menempuh masa pendidikan dari 6 hingga 10 semester dengan jumlah 120 SKS.
Wisudawan Akper Murakata Muhammad Imam Wakil yang juga sebelumnya Alumni MAN 1 Barabai (MANSABA) menjadi Wisudawan terbaik dengan nilai IP tertinggi yaitu 3,79, disusul Faisal Rahman 3,78 dan Wahyudinnor 3,78.
Pewarta: FathurahmanEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.