"Kebakaran lahan yang letaknya di sekitar kawasan bandara merupakan salah satu ancaman penerbangan," ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Gerrit Meilenzun di Banjarbaru, Minggu.
Ia mengatakan, pihaknya selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi agar kobaran api disertai asap tebal tidak mengganggu penerbangan disamping menghindari menjalarnya api ke tempat parkir pesawat.
"Jika terjadi kebakaran, kami langsung menurunkan petugas Pertolongan Kecelakaan Pesawat dan Pemadaman Kebakaran yang didukung peralatan mobil pemadam berukuran besar maupun kecil," ungkapnya.
Seperti terjadi Minggu (16/9 ) siang pukul 13.30 Wita asap putih tebal membumbung di sisi utara bandara tepatnya disamping apron (tempat parkir pesawat) akibat kobaran api yang membakar pohon dan semak.
Kebakaran lahan kosong yang letaknya berbatasan langsung dengan bandara dan berjarak sekitar 200 meter dari apron, cukup menimbulkan kepanikan manajemen Angkasa Pura I selaku otaritas bandara setempat.
"Kebakaran lahan itu bisa diantisipasi empat unit mobil pemadam berukuran kecil yang diturunkan memadamkan kobaran api disamping melokalisir agar apinya tidak membesar," ujarnya.
Dilaporkan, kobaran api disertai asap putih tebal akibat tiupan angin kencang yang mengarah ke barat tepat ke arah apron sempat menyelimuti tiga buah pesawat yang parkir di tempat tersebut.
Bahkan, satu buah pesawat yang posisinya paling dekat dengan kobaran api disertai asap tebal dipindahkan ke tempat yang agak jauh untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Satu pesawat yang posisinya paling pinggir dan berjarak sekitar 300 meter dari kobaran api diarahkan pindah ke tempat parkir lain yang kosong dan jaraknya lebih aman," ujar satu petugas PT Angkasa Pura.
Ditambahkan Gerrit, pihaknya mengkhawatirkan partikel kecil bekas benda terbakar yang mengarah ke pesawat sehingga berupaya memadamkan kobaran api yang membakar pohon maupun semak agar tidak semakin besar.
"Antisipasi pemadaman dilakukan untuk mencegah partikel kecil bekas kebakaran mengarah ke pesawat karena bahan bakarnya mudah terbakar sehingga kami berupaya keras mengantisipasi kobaran api," katanya.C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.