"Kami mengimbau pelanggan menyimpan air sehingga tidak kekurangan air bersih selama pemeliharaan saluran irigasi," kata Kepala Bagian Umum PDAM Intan Banjar Dedy Rahmat Setiawan di Banjarbaru, Sabtu.
Pemeliharaan saluran irigasi dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalsel selama dua belas hari sejak 15-27 September 2012 sehingga selama itu pula distribusi air bersih ke pelanggan terganggu.
Kegiatan rutin dalam bentuk pembersihan saluran dari gulma dan tumbuhan air lainnya itu menyebabkan volume air di saluran berkurang dan menghambat penyaluran air di sepanjang irigasi.
"Selama pembersihan irigasi, ketinggian air berkurang dibawah batas normal sehingga instalasi pengolahan air kekurangan air baku yang diolah kemudian didistribusikan kepada pelanggan," ungkapnya.
Dijelaskan, PDAM Intan Banjar yang dikelola Pemkab Banjar dan Pemkot Banjarbaru masih mengandalkan air baku dari Bendungan Riam Kanan yang dialirkan melalui saluran irigasi sebagai sumber bahan baku air bersih.
Air baku yang mengalir di sepanjang saluran irigasi kemudian diolah di Instalasi Pengolahan Air (IPA) II yang terletak di kawasan Pinus Banjarbaru dengan kapasitas produksi 190 liter per detik.
"Wilayah cakupan IPA II merupakan zona utama meliputi pelanggan di Kota Banjarbaru dan Martapura sehingga pelayanan air bersih bagi 22.757 pelanggan di zona itu terganggu," ujarnya.
Dikatakan, meski pun jadwal pemeliharaan sudah ditetapkan selama dua belas hari, tetapi pendistribusian air bersih kepada pelanggan kemungkinan berlangsung lebih lama dari jadwal tersebut.
"Kondisi itu terjadi karena distribusi air tidak bisa langsung mengalir ke pelanggan tetapi harus melalui jaringan pipa sehingga memerlukan waktu sebelum pipanya penuh dan airnya lancar," kata dia.
Ditambahkan, pelanggan lain di luar zona utama tidak mengalami gangguan karena distribusi air berasal dari IPA I di Jalan STM yang mampu menghasilkan air bersih sebanyak 28 liter per detik.
"Air baku IPA I berasal dari sumur dalam sehingga meski pun pemeliharaan irigasi dilakukan tidak banyak berdampak terhadap gangguan pelayanan air bersih bagi pelanggan yang berada di pusat kota itu," katanya.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.