"Saya harap akhir tahun ini PLTU unit IV diresmikan, setelah sebelumnya unit III siap dioperasionalkan atau selesai masuk jaringan," katanya.
Pada saat peresmian unti IV tersebut, kata dia, sekaligus dilaksanakan pemancanangan tiang pertama pembangunan PLTU unit 5,6 dan 7 di lokasi yang sama.
Bila seluruh pembangunan PLTU hingga unit tujuh selesai, diharapkan akan mampu mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan investasi Kalimantan Selatan yang kini jauh di atas pertumbuhan listrik atau energi di daerah lumbung energi ini.
"Kita akan mengundang dari pusat untuk melakukan peresmian sekaligus pemancangan tiang pertama pembangunan PLTU tersebut," katanya.
Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga akan dilakukan pemancangan tiang pengembangan Bandara Syamsudin Noor, serta pemancangan tiang "Fly Over" di persimpangan Jalan Gatot Subroto.
Proyek-proyek tersebut, kata Gubernur, diharapkan bisa terselesaikan sebelum 2014 sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur daerah untuk mendukung pelaksanaan program MP3EI.
Selain itu, juga untuk memenuhi kebutuhan masuknya investasi dalam rangka melaksanakan keputusan menteri ESDM agar hasil tambang Kalsel hanya boleh keluar berupa barang setengah jadi bukan barang mentah seperti saat ini.
"Memang saat ini infrastruktur kita belum mendukung untuk pelaksaan pengembangan investasi secara penuh, tetapi kita akan terus melakukan percepatan yang didukung oleh pemerintah pusat," katanya.
Sebelumnya, Gubernur menyatakan jika semua unit pembangkit tersebut selesai, warga bisa merasakan kemerdekaan menikmati listrik yang sesungguhnya.
Selama ini Kalsel menjadi daerah penyuplai batubara nasional dan internasional namun energi yang didapat masyarakat masih sangat kurang.
Sementara itu untuk proses pembangunan "fly over" kini tinggal menunggu penentuan pemenang tender dari Kementerian Pekerjaan Umum.
"Bila pemenang tender sudah ditentukan, maka pembangunan bisa segera dimulai," katanya.
Jembatan layang tersebut, bermanfaat untuk memecah kemacetan di dalam kota Banjarmasin, yang kini kondisinya sudah cukup parah, sehingga harus ada kebijakan tata kota dan pembangunan infrastruktur yang mampu mengurai kemacetan tersebut.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.