"Kami menjamin kebakaran itu bukan karena faktor kesengajaan tetapi ada gangguan pada peralatan pembangkit yang menyebabkan munculnya api kemudian membakar bangunan dan mesin pembangkit," ujarnya di Banjarbaru, Rabu.
Menurut dia, pihaknya yakin petugas yang mengoperasikan mesin pembangkit bekerja maksimal tetapi karena faktor non teknis yang muncul tanpa diduga sehingga menimbulkan kebakaran tersebut.
"Petugas sudah bekerja maksimal menjaga keandalan pembangkit dan kami percaya itu sehingga jika ada yang menilai penyebab kebakaran karena kesengajaan, jelas tidak mungkin," tegasnya.
Ia mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kerusakan pipa yang menyalurkan solar ke mesin pembangkit dan kondisinya panas sehingga menimbulkan percikan dan kobaran api yang membakar sekelilingnya.
Namun, kata dia, pihaknya sudah menurunkan teknisi untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus memeriksa kerusakan yang menyebabkan satu unit mesin pembangkit itu tidak bisa beroperasi.
"Kepastian penyebab kebakaran masih dicari dan diperiksa teknisi, dan sebelum mengetahui apa-apa saja yang rusak kami belum bisa memastikan kapan mesin pembangkit bisa dioperasikan kembali," ujarnya.
Terkait pemeriksaan yang dilakukan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri yang datang ke lokasi pembangkit di Jalan PM Noor Kelurahan Pelambuan Banjarmasin, pihaknya menunggu hasil pemeriksaan itu.
"Kami menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor karena mungkin mereka punya sudut pandang yang berbeda terkait kebakaran itu. Hasilnya akan dicocokkan dengan pemeriksaan teknisi," kata dia.
Sebelumnya, Tim Puslabfor Mabes Polri mendatangi lokasi kebakaran dan melakukan pemeriksaan pada bangunan dan mesin pembangkit yang terbakar untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut.
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (1/9) menyebabkan pembangkit unit 7 dari 8 pembangkit yang berada di kawasan itu terbakar sehingga sistem kelistrikan Kalselteng kehilangan daya listrik sebesar 8 Mega Watt.
Namun, kebakaran salah satu unit pembangkit tersebut tidak mengganggu pasokan listrik PLN kepada pelanggan karena sistem kelistrikan yang interkoneksi sehingga tidak terjadi kekurangan daya listrik.
Editor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.