Provinsi Kalimantan Selatan memerlukan sekitar sepuluh ribu tenaga kerja untuk berbagai sektor baik pertanian secara luas maupun pembangunan infrastruktur.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Antonius Simbolon di Banjarmasin, Senin, mengatakan, saat ini Kalsel sedang mengembangkan industri pertanian dan tanaman pangan secara luas.
Memenuhi sumber daya manusia untuk program tersebut, tambah dia, pada 2013 Kalsel kembali menerima masuknya tenaga kerja luar melalui program transmigrasi yang telah dikoordinasikan dengan beberapa daerah asal dan pemerintah pusat.
Beberapa daerah yang siap menerima Transmigran tersebut adalah Kabupaten Tanah Bumbu, Banjar, Barito Kuala, dan Balangan.
"Di kabupaten tersebut akan kita kembangkan perkebunan dan industri pangan sesuai dengan potensi daerah tujuan," katanya.
Total transmigran yang datang, kata dia, sekitar seribu kepala keluarga, sehingga bila masing-masing kepala keluarga memiliki anggota tiga orang, maka tidak kurang dari empat ribu jiwa yang akan masuk Kalsel.
Selain sektor pertanian, perkebunan dan pangan, kata dia, juga diperlukan untuk sektor konstruksi yang cukup banyak, mengingat saat ini Kalsel merupakan provinsi yang sedang berkembang.
Sebagaimana layaknya daerah berkembang, tambah Antonius, maka pembangunan infrastruktur mulai pembangunan jalan, jembatan hingga gedung dan perkantoran masih cukup besar, sehingga tenaga kerja yang ahli di sektor tersebut masih sangat diperlukan.
"Kami berharap, orang luar yang datang ke Kalsel adalah orang-orang yang memang berkompeten atau ahli di bidangnya, sehingga keberadaannya mampu memberikan nilai tambah bagi perkembangan pembangunan Kalsel juga bagi kesejahteraan mereka sendiri," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin menyatakan Kalsel merupakan daerah terbuka bagi pendatang baru, terutama orang-orang yang akan mencari pekerjaan dan memiliki keahlian yang diperlukan untuk pembangunan daerah ini.
"Saya yakin selama orang tersebut mau berusaha, dan tidak terlalu pilih-pilih pekerjaan, Kalsel masih cukup besar untuk mendapatkan peluang kerja," katanya.
Menurut dia, operasi yustisi sebagaimana dilakukan beberapa daerah lainnya, belum menjadi hal utama, karena hingga kini Kalsel merupakan daerah yang cukup kondusif dan cukup aman untuk berinvestasi.
"Kami berharap keamanan yang terjadi saat ini bisa terjaga dengan baik asalkan rasa persatuan dan kesatuan serta hormat menghormati selalu dijaga dan diutamakan," katanya./B/D.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.