Kota Banjarmasin ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, pada Agustus lalu kembali mengalami inflasi sebagaimana bulan-bulan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel Iskandar Zulkarnain kepada wartawan, Senin mengatakan, Banjarmasin yang dijuluki kota seribu sungai itu pada Agustus 2012 mengalami inflasi 0,70 persen.
Inflasi pada Agustus 2012 di ibukota Kalsel itu, terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditujukan oleh naiknya indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,40 persen.
Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, gas bahan bakar sebesar 0,19 persen, kelompok sandang 1,79 persen dan kelompok kesehatan 0,87 persen.
Kemudian naiknya harga kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,79 persen, lanjutnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel Jalan KS Tubun Banjarmasin.
Sementara itu, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan harga, kecuali kelompok bahan makanan mengalami penurunan harga sebesar 0,27 persen.
Menurut komponennya, barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum mengalami inflasi sebesar 0,45 persen.
Sementara harga yang bergejolak (volatile goods inflation) inflasi sebesar 0,19 persen dan komponen inti (core inflation) mengalami inflasi sebesar 0,01 persen.
Laju inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2012 sebesar 4,36 persen, dan laju inflasi "year on year" (Agustus 2012 terhadap Agustus 2011) sebesar 5,53 persen.
Pada Agustus 2012, dari 66 kota di Indonesia, tercatat semua kota yang menjadi sampel mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah 2,81 persen dan terendah di Kota Medan Sumatera Utara 0,04 persen.
 Sedangkan untuk kota-kota di Kalimantan yang menjadi sampel, inflasi Agustus 2012, tertinggi Kota Samarinda Kalimantan Timur 2,29 persen dan terendah Kota Sampit Kalimantan Tengah 0,25 persen/Shn/D.
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.