Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mengungkapkan, nilai ekspor dari provinsinya dalam empat bulan terakhir, sejak April 2012 terus menurun.
"Seperti nilai ekspor Kalsel Juli 2012 yang mencapai 677,43 juta dolar AS turun 18,53 persen dibandingkan Juni 2012," ungkap Kepala BPS provinsi setempat Iskandar Zulkarnain, di Banjarmasin, Senin.
Sebelumnya atau Juni 2012, nilai ekspor Kalsel yang mencapai 831,55 juta juga mengalami penurunan 5,76 persen dibanding Mei 2012 yang ketika itu mencapai 882,40 juta dolar.
Begitu pula nilai ekspor Kalsel Mei 2012 tercatat 865,30 juta dolar atau turun 11,78 persen dibandingkan April 2012.
Nali ekspor Kalsel Juli 2012 tersebut juga turun 25,86 persen jika dibandingkan dengan nilai Juli 2011 yang ketika itu mencapai 913,77 juta dolar.
Secara kumulatif nilai ekspor dari provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut (Januari - Juli 2012) mencapai 6,02 miliar atau naik 19,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011, yang ketika itu mencapai 5,06 miliar dolar.
Komoditi utama penyumbang ekspor terbesar dari Kalsel Juli 2012 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 dijit adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai 563,05 juta dolar.
Selain itu, kelompok lemak & minyak hewan/nabati (HS 15) dengan nilai 81,61 juta dolar dan kelompok kayu, barang dari kayu (HS 44) dengan nilai 15,65 juta dolar.
Negara utama tujuan ekspor dari "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel pada Juli 2012 ke India dengan nilai 166,44 juta dolar, Jepang 128,48 juta dolar dan China dengan nilai 113,10 juta dolar.
Sementara nilai impor Kalsel pada Juli 2012 sebesar 172,98 juta dolar atau turun 37,52 persen bila dibandingkan dengan Juni 2012 yang mencapai 276,87 juta dolar.
Nilai impor Kalsel Juli 2012 juga mengalami penurunan 14,93 persen jika dibandingkan dengan Juli 2011 yang saat itu mencapai 203,34 juta dolar/Shn/D.
Editor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.