"Besaran realisasi kredit itu terhitung sejak LKM Banua Bauntung didirikan pada 2005 lalu hingga Desember 2010," kata Direktur LKM Banua Bauntung, Hardian, Selasa (11/1).
LKM Banua Bauntung memiliki kantor pusat di Kota Tanjung, Kabupaten Tabalong dan memiliki tiga cabang, masing-masing di Paringin, Barito Selatan dan Baritu Timur, yang kesemuanya masuk dalam wilayah operasi PT Adaro Indonesia.
Hingga saat ini, LKM Banua Bauntung memiliki 23.000 orang nasabah yang tersebar di empat kecamatan dan telah melakukan pembinaan terhadap koperasi di Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara untuk dijadikan cabang.
"LKM Banua Bauntung menerapkan dua pola pembiayaan kepada konsumennya, yaitu channeling yang dikhususkan untuk konsumen di sekitar areal pertambangan PT Adaro dan executing untuk konsumen umum," katanya.
Pola channeling sumber dana di peroleh dari program "Corporate Social Responsibility (CSR) PT Adaro Indonesia untuk dikucurkan kepada masyarakat di sekitar areal pertambangan dengan suku bunga rendah, yakni, 0,5 persen.
Sedang pada pola executing, sumber dana merupakan hasil pengembangan LKM Banua Bauntung itu sendiri yang di kelola secara mandiri dan dialokasikan pada masyarakat umum.
"Melalui pola executing, kita menerapkan besaran suku bunga di bawah 5 persen untuk masa angsuran per minggu dan di bawah 3,5 persen untuk masa angsuran per hari," tambahnya.
Hingga Desember 2010 lalu, LKM Banua Bauntung tercatat mampu merealisasikan kredit mikro melalui pola executing sebesar Rp7,3 Miliar dan Rp775 juta melalui pola channeling.
Dijelaskan, realisasi kredit mikro melalui pola executing dikucurkan pada lima sektor usaha, yaitu perdagangan sebesar Rp4,2 Miliar, Jasa Rp1,5 Miliar, industri Rp83 juta, konsumtif Rp1 Miliar serta sektor pertanian, perikanan dan perkebunan sebesar Rp300 juta.
LKM Banua Bauntung merupakan lembaga non profit dengan keuntungan sebagai dana operasional, sedang PT Adaro Indonesia dalam hal ini hanya sebagai donator, tanpa ada hak interpensi apapun.
LKM Banua Bauntung diproyeksikan sebagai lembaga yang berfungsi untuk melayani masyarakat dan sebagai fasilitator bagi perkembangan UKM serta sarana sosial.
2011 ini, besaran kucuran kredit untuk usaha mikro ditargetkan mampu naik sebesar 10 persen, demikian Hardian. (adi*c)
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.