General Manager PT PLN wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Yudhi Setyo Wicaksono mengatakan, pihaknya tengah memperbaiki satu unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel yang terbakar, Sabtu (1/9).


"Mesin pembangkit unit 7 yang terbakar sudah dibersihkan dan segera diperbaiki sehingga bisa beroperasi menghasilkan daya listrik mendukung sistem kelistrikan Barito," ujarnya di Banjarbaru, Minggu.

Ia mengatakan, hasil pemeriksaan di lapangan, penyebab kebakaran berasal dari pipa bahan bakar bertegangan tinggi yang pecah kemudian terbakar karena adanya solar di tempat itu.

"Setiap unit mesin pembangkit dilengkapi pipa bahan bakar untuk mendukung operasional mesin. Begitu pecah karena bertegangan tinggi dan panas sehingga menyambar solar dan muncul kobaran api," ungkapnya.

Menurut dia, pihaknya belum bisa memastikan kapan mesin pembangkit yang terbakar itu bisa beroperasi kembali setelah diperbaiki karena belum diketahui tingkat kerusakan pasca-kebakaran.

Namun, kata dia, pihaknya sudah menurunkan teknisi yang bekerja maksimal sehingga mesin pembangkit bisa diperbaiki dan dioperasikan kembali agar bisa menghasilkan daya listrik.

"Perbaikan memang difokuskan untuk memperbaiki kerusakan pada mesin yang rusak tetapi kami juga tidak memperhatikan pemeliharaan pembangkit lain sehingga pasokan listrik tetap stabil," ujarnya.

Dikatakan, pihaknya juga belum mengetahui berapa kerugian akibat kobaran api yang membakar mesin pembangkit sehingga mengalami kerusakan yang cukup parah tersebut.

"Kerugian belum bisa diperhitungkan karena teknisi masih bekerja di lapangan untuk memastikan kerusakan. Jika sudah diketahui apa-apa saja yang rusak baru kerugian berapa kerugian," ujar dia.

Ditambahkan, kerusakan mesin pembangkit unit 7 di PLTD sektor Barito itu membuat sistem kelistrikan Barito yang sudah terpasang interkoneksi kehilangan daya listrik sebesar 7 Mega Watt dari keseluruhan daya terpasang sebesar 330 MW.

"Kerusakan mesin pembangkit itu tidak mempengaruhi pasokan listrik karena sistem kelistrikan sudah terpasang interkoneksi sehingga kekurangan daya bisa ditutupi pembangkit lain," katanya.

Sistem kelistrikan Barito yang dikelola PT PLN wilayah Kalselteng berasal dari PLTU Asam-Asam unit I dan II yang menjadi sumber energi utama ditambah PLTA Riam Kanan, PLTD sektor Barito termasuk beberapa pembangkit lain yang disewa dari pihak lain/Gun/D. 


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026