Pelayanan rekam data kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan dilakukan hingga malam hari.


"Penambahan jam layanan untuk mengejar target rekam data yang direncanakan rampung oktober mendatang," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (dukcatpil) HSU Drs M. Noor Khairil, Selasa.

Agar tetap bisa memberikan layanan rekam data warga yang kesulitan mendatangi tempat layanan pada siang hari, petugas menambah jam layanan hingga malam hari baik langsung di kantor Dinas Kependudukan catatan Sipil maupun di Kantor Kecamatan.

Namun untuk layanan malam di kantor kecamatan, baru dua kecamatan yang bisa melaksanakan, yakni Kecamatan Babirik dan Haur Gading.

Sedang layanan malam di Kantor Dukcatpil HSU, kata Khairil bisa menerima wajib KTP hingga di tiga kecamatan terdekat, yakni Amuntai Tengah, Amuntai Selatan dan Utara

Ditambahnya jam layanan hingga pukul 23.30 wita ini, mengingat pencapaian rekam data baru hingga kini baru mencapai 30 persen dari sisa waktu yang hanya tersisa satu bulan.

Kantor kecamatan yang turut memberikan pelayanan rekam data pada malam hari, imbuhnya karena pertimbangan banyaknya jumlah wajib KTP di banding kecamatan lain serta warganya yang kebanyakan merupakan berprofesi PNS, pedagang dan pekerja yang mengakibatkan mereka tidak memiliki waktu yang cukup untuk mendatangi tempat pelayanan rekam data E-KTP.

Selain itu, lanjutnya pelayanan malam untuk rekam data ini juga untuk memanfaatkan adanya dua buah peralatan rekam data yang diberikan oleh Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung kelancaran proses rekam data E-KTP Kabupaten HSU.

Namun melihat antusiasi warga yang datang ke Kantor dukcatpil dari siang hingga malam, pihak Dukcatpil HSU merasa fasilitas alat rekam data yang ada tetap masih belum optimal melayani warga wajib KTP.

"Memang kami tidak menduga jika warga yang datang pada malam hari ternyata cukup banyak juga sehingga petugas kami cukup kewalahan" tutur Khairil

Karena itu Dukcatpil HSU sudah mengajukan permohnan peminjaman alat rekam data kepada Pemerintah Kotamadya Banjarbaru, namun belum mendapat jawaban.

Menurut Khairil meski pencapaian baru 30 persen, namun bukan berarti pelayanan siang hari baik di Kantor Dukcatpil HSU maupun diseluruh kantor kecamatan kurang diminati warga, namun kebijakan layanan malam ini lebih disebabkan karena mendesaknya sisa waktu yang ditargetkan membuat pihaknya menambah jam layanan tersebut

Selain itu, tambah Khairil pihaknya memaklumi sebagian warga HSU yang bekerja sebagai PNS maupun pedagang mengalami kesulitan menyediakan waktu ke tempat-tempat pelaksanaan rekam data, sehingga dengan adanya layanan pada malam harinya bisa menjadi solusi bagi warga.

Pihak Dukcatpil akan menggelar pelayanan malam untuk rekam data ini hingga minggu pertama Oktober yang diharapkan bisa mencapai target.

Pelayanan saat malam tersebut sudah dimulai seusai lebaran kemaren dan setiap harinya pihak Dukcatpil HSU mampu melayani hingga rata-rata 400 wajib KTP dari pagi hingga malam.

Namun kendala padamnya listrik tetap menjadi momok bagi petugas operator e KTP karena bantuan mesin genset yang tersedia ternyata dayanya tidak mampu melayani beban server, sementara mesin penyimpan daya listrik sementara atau ups tidak bisa bertahan lama sehingga pelayanan terpaksa ditunda hingga listrik kembali menyala.

Akibat terjadinya pemadaman listrik seperti yang terjadi senin (27/8) malam, mengakibatkan pelayanan molor hingga agak larut malam.

"Kami memang baru akan menghubungi pihak PLN untuk meminta kerja sama agar selama pelayanan eKTP pada malam hari aktivitas pemadaman listrik dapat dikurangi karena dapat menghambat proses rekam data" ujarnya.

Sementara Mitha Herlinda warga kelurahan Kebun Sari yang ikut rekam data berharap pihak Dukcatpil dapat menambah jumlah petugas pelayanan E-KTP agar warga yang datang malam hari tidak sampai antri begitu lama,

"Pelayanan sudah cukup optimal dengan adanya pelayanan hingga malam tersebut, namun kalau bisa jumlah meja layanan rekam data ditambah agar tidak menunggu lama" pintanya.

Ia mengaku sibuk bekerja dan kuliah sehingga tidak sempat memenuhi undangan rekam data di kantor Kecamatan Amuntai Tengah tempat ia berdomisili, karena itu dengan adanya pelayanan malam ini membuat Mitha bersyukur karena meski harus antri ,namun pekerjaan dan kuliahnya tidak terganngu.

  "Mudah-mudahan pelayanan malam ini mencakup semua kecamatan, sehingga warga yang terlayani juga lebih banyak" tambahnya lagi./C/D. 


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026