Arus balik pemudik lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah yang menggunakan transportasi umum angkutan jalan raya hingga H+6, di Provinsi Kalimantan Selatan, masih ramai.

Koresponden ANTARA Kalsel yang melakukan perjalan ke daerah hulu sungai atau "Benua Enam" provinsi tersebut, Sabtu melaporkan, mobil jenis Colt L300, masih penuh muatan pemudik yang balik.

Bahkan terkadang, yang ketentuan maksimum muatan Colt L300 itu 14 penumpang dewasa, diisi lebih, seperti di bagian depan semestinya cuma tiga orang bersama sopir, bisa jadi empat.

Begitu pula tempat duduk bagian tengah hingga belakangan, semestinya cuma buat empat orang per bangku, terkadang diisi sampai lima penumpang dewasa.

Keadaan tersebut, baik untuk arus balik pemudik yang habis berlebaran di daerah hulu sungai Kalsel maupun di Banjarmasin dan sekitarnya.

Sementara ongkos angkutan penumpang per orang dewasa Rp40.000 jurusan Banjarmasin - Barabai, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yang berjarak sekitar 165 kilometer atau sebaliknya, walau muatan mobil berjubel.

Pengisian muatan lebih dari ketentuan maksimum itu, terjadi di perjalanan, karena calon penumpang juga banyak menunggu di jalanan.

Salah seorang sopir jujuran hulu sungai Kalsel mengaku, kasihan sehingga terpaksa memuat tumpangan yang menunggu di jalanan.

"Sebab kalau semua mobil penumpang menolak calon penumpang yang menunggu di jalan, maka yang bersangkutan tak bisa balik, sementara untuk ke terminal jauh," ujar sopir jurusan Banjarmasin - Kandangan, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Sebagai contoh, calon penumpang yang menuggu di Sungkai dengan tujuan Tanjung, ibukota Kabupaten Tabalong yang berjarak sekitar 236 kilometer, tidak mungkin harus ke terminal Banjarmasin yang merupakan awal keberangkatan taksi hulu sungai, ujarnya.

Namun ongkos penumpang yang menunggu di jalanan disesuaikan dengan jarak tempuhnya, misalnya dari Kandangan - Martapura, ibukota Kabupaten Banjar, yang berjarak sekitar 95 kilometer Rp25.000/orang dewasa.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Induk Km6 Banjarmasin M Yusuf ketika dihubungi menyatakan, pihaknya cuma bertanggung jawab atas keberangkatan mobil penumpang dari terminal yang dia kelola.

"Kalau sudah di luar Terminal Induk Banjamasin, apalagi di jalanan, bukan tanggung jawab kami lagi, tapi sudah menjadi ranah pihak lain," tandasnya.

"Kami hanya mengatur dan menertiban tarif angkutan penumpang umum yang keberangkatannya melalui/dari Terminal Induk Banjarmasin," demikian Yusuf.


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026